JAKARTA, BERITA SENAYAN – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus lebih dulu menyasar masyarakat miskin, miskin ekstrem, serta wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurutnya, ketepatan sasaran menjadi faktor krusial agar program unggulan pemerintah tersebut benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang paling membutuhkan.

Pernyataan itu disampaikan Cak Imin saat menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas Tingkat Menteri terkait penyelenggaraan Program MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut dia, pemerintah telah memiliki instrumen yang jelas untuk menentukan penerima manfaat melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Karena itu, seluruh pelaksanaan program harus mengacu pada data tersebut agar tidak terjadi salah sasaran.

“Dalam pelaksanaan perbaikan manajemen MBG ini yang dikelola oleh BGN, saya mengingatkan untuk mengacu pada Inpres Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), di mana daerah tertinggal, kemiskinan ekstrem, kemiskinan, dan kelompok prioritas harus diutamakan sebagai penerima manfaat,” kata Muhaimin Iskandar.

Ketua Umum PKB itu menilai penggunaan DTSEN akan memperkuat akurasi distribusi program sekaligus memastikan bantuan negara benar-benar diterima oleh kelompok rentan yang membutuhkan dukungan.

Selain itu, Cak Imin mengingatkan bahwa Program MBG juga harus selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan dan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem. Oleh sebab itu, fokus utama program tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga mendukung agenda pengurangan kemiskinan nasional.

Menurutnya, kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem harus mendapatkan prioritas penuh dalam pelaksanaan program. Dengan begitu, MBG dapat menjadi instrumen yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperkuat perlindungan sosial masyarakat.

“Penerima manfaat MBG harus diprioritaskan kepada masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Ini penting agar program benar-benar memberikan dampak bagi kelompok yang paling membutuhkan,” tegasnya.

Cak Imin optimistis perbaikan tata kelola yang dilakukan pemerintah akan membuat Program MBG semakin efektif dan tepat sasaran. Ia berharap sinergi antarlembaga terus diperkuat agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah 3T.

“Saya yakin program ini akan sukses jika dijalankan dengan tata kelola yang baik dan fokus pada kelompok prioritas yang benar-benar membutuhkan,” pungkas Muhaimin Iskandar (red)