MAKKAH, BERITA SENAYAN – Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengusulkan agar para pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) diintegrasikan ke dalam sistem resmi penyelenggaraan haji pemerintah. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah.
Menurut Cucun, pembimbing KBIHU selama ini memiliki pengalaman panjang dalam mendampingi dan membina jemaah sejak sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Karena itu, kapasitas mereka perlu dimanfaatkan secara optimal dalam sistem pelayanan haji nasional.
“Kalau bisa, para pembimbing ibadah di tiap kloter itu justru representasi dari para pemegang pembinaan di KBIHU. Sehingga mereka yang berangkat di kloter tersebut akan sejalan dan selaras dengan kebijakan-kebijakan kementerian,” ujar Cucun di Makkah, Minggu (31/5/2026).
Ia menjelaskan, integrasi tersebut akan membantu menyelaraskan pembinaan yang diberikan kepada jemaah dengan kebijakan resmi pemerintah. Dengan demikian, potensi miskomunikasi maupun perbedaan informasi di lapangan dapat diminimalkan.
Dukung Penataan Tata Kelola Haji
Cucun menilai penyelenggaraan haji saat ini tengah memasuki fase transisi seiring hadirnya kementerian baru yang menangani urusan haji dan umrah. Dalam situasi tersebut, berbagai langkah penataan dinilai penting untuk menciptakan tata kelola yang lebih tertib dan profesional.
Karena itu, Timwas Haji DPR RI mendukung kebijakan pemerintah yang melarang pemasangan spanduk maupun penguasaan area tenda oleh kelompok tertentu di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Ke depan, identitas tenda hanya akan menggunakan penanda resmi berupa nomor kloter dan markaz guna memudahkan pengelolaan serta meningkatkan keteraturan layanan.
Meski mendukung penertiban, Cucun menegaskan bahwa keberadaan KBIHU tetap memiliki peran penting dalam ekosistem penyelenggaraan haji. Menurutnya, lembaga tersebut telah memberikan kontribusi besar dalam membimbing jemaah selama bertahun-tahun.
“Saya terus terang merasa keberatan kalau kelompok bimbingan ibadah haji ini menjadi kambing hitam terkait problematika jemaah. Kehadiran mereka itu penting, berbulan-bulan mengajarkan ilmu manasik dan sudah familier dengan jemaah,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah dan KBIHU dapat terus diperkuat agar pelayanan kepada jemaah semakin baik. Dengan kolaborasi yang terbangun secara resmi dan terstruktur, penyelenggaraan haji Indonesia dinilai akan lebih efektif dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Cucun juga mengapresiasi langkah-langkah perbaikan yang terus dilakukan pemerintah serta seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas layanan ibadah haji dari tahun ke tahun (red)

Berita terkait