JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, meminta pemerintah memperkuat layanan kesehatan, pengawasan, dan pendampingan terhadap jemaah haji Indonesia menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.
Permintaan itu disampaikan menyusul meningkatnya jumlah jemaah haji yang wafat serta bertambahnya jemaah yang membutuhkan perawatan intensif di Tanah Suci.
“Yang harus menjadi perhatian kita adalah bagaimana menekan angka kematian agar tidak melonjak pada puncak haji nanti,” ujar Selly sebelum memasuki Rapat Paripurna ke-18 di Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Selly mengapresiasi pelaksanaan pemberangkatan jemaah haji tahun ini yang dinilai berjalan cukup baik. Namun, ia menegaskan pemerintah tetap harus melakukan evaluasi terhadap sejumlah aspek penting, terutama menjelang fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Menurutnya, cuaca ekstrem di Arab Saudi dan tingginya aktivitas fisik jemaah berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya bagi jemaah lanjut usia dan penderita penyakit penyerta.
Selain aspek kesehatan, legislator Fraksi PDI Perjuangan itu juga menyoroti kesiapan fasilitas akomodasi serta kualitas pelayanan petugas haji di lapangan. Ia menerima laporan masih terdapat hotel jemaah yang lokasinya cukup jauh dari pusat kegiatan ibadah.
Selly juga meminta kualitas layanan konsumsi bagi jemaah dijaga agar kebutuhan gizi terpenuhi selama menjalankan ibadah haji.
“Kami masih mendengar ada jemaah yang diarahkan berkali-kali melakukan umrah sunnah. Padahal cuaca sangat panas dan petugas terbatas. Ini harus menjadi perhatian,” katanya.
Ia meminta pengawasan terhadap Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) diperketat agar jemaah tidak dipaksakan melakukan aktivitas tambahan yang dapat memperburuk kondisi kesehatan.
Selain itu, Selly menyoroti layanan rumah sakit dan sistem asuransi kesehatan bagi jemaah Indonesia di Arab Saudi. Ia meminta pemerintah memastikan jemaah yang masih sakit tetap mendapatkan perawatan optimal tanpa harus dipindahkan karena persoalan administrasi asuransi.
“Kalau jemaah belum sembuh, harusnya tetap dirawat sampai selesai. Jangan dipindah-pindah hanya karena batas waktu asuransi,” tegasnya.
Selly juga meminta evaluasi terhadap sistem transportasi jemaah agar seluruh kendaraan yang digunakan berada dalam pengawasan resmi pemerintah demi menjamin keselamatan selama berada di Tanah Suci (red)

Berita terkait