JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan pimpinan yayasan Daycare Little Aresha dalam kasus kekerasan anak di Umbulharjo, Yogyakarta.
Politisi Partai NasDem itu menegaskan, pengusutan tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan, tetapi juga harus menyasar pihak-pihak yang memiliki tanggung jawab struktural.
“Info yang beredar pimpinan yayasannya adalah aparat penegak hukum. Kalau benar, harus diusut tuntas tanpa pandang bulu,” tegasnya, Minggu (26/4/2026).
Sahroni bahkan meminta Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung untuk mengambil langkah tegas apabila dugaan tersebut terbukti, termasuk pemberhentian dari jabatan.
Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan secara transparan dan akuntabel demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi hukum.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap keberadaan daycare yang kini semakin banyak, terutama yang tidak memiliki izin operasional resmi.
“Tidak boleh ada perlindungan terhadap siapa pun. Semua yang terlibat harus diproses hukum,” ujarnya.
Kasus ini mencuat setelah terungkap dugaan kekerasan terhadap puluhan anak di daycare tersebut. Data sementara menyebut sedikitnya 53 anak menjadi korban, dengan kemungkinan jumlah terus bertambah.
Sahroni menegaskan bahwa penanganan kasus ini harus menjadi momentum untuk membenahi sistem pengawasan daycare secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang (red)

Berita terkait