JAKARTA, BERITA SENAYAN – Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menegaskan komitmen Indonesia terhadap pembangunan inklusif dalam Sidang Umum ke-152 Inter-Parliamentary Union (IPU) yang berlangsung di Istanbul, Turkiye, pada 15–19 April 2026.
Delegasi Indonesia dipimpin Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, bersama anggota Irine Yusiana Roba Putri dan Ruby Chairani Syiffadia.
Dalam forum tersebut, Ruby Chairani Syiffadia menegaskan pentingnya kesetaraan dan perlindungan bagi penyandang disabilitas sebagai bagian dari pembangunan global yang berkeadilan.
“Mengadopsi undang-undang hanyalah langkah awal. Tantangan utama terletak pada implementasi yang efektif,” ujar Ruby dalam sesi pembahasan Demokrasi dan Hak Asasi Manusia, Jumat (17/4/2026).
Ia menekankan bahwa inklusi harus menjadi fondasi utama, mengingat jumlah penyandang disabilitas di dunia mencapai sekitar satu miliar orang.
Menurutnya, parlemen memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan inklusif berjalan efektif, mulai dari penguatan regulasi, peningkatan pengawasan, hingga penyediaan anggaran yang memadai untuk infrastruktur ramah disabilitas, teknologi bantu, pendidikan inklusif, dan dukungan ketenagakerjaan.
Selain itu, Ruby juga mendorong pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas melalui penciptaan lapangan kerja, penerapan kuota, serta pengembangan kewirausahaan.
“Kebijakan harus disusun bersama penyandang disabilitas, bukan hanya untuk mereka. Suara mereka harus menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.
Ia menambahkan, pembangunan sosial inklusif tidak hanya berfokus pada perlindungan, tetapi juga pemberdayaan agar setiap individu dapat berkontribusi secara setara.
Melalui forum Inter-Parliamentary Union, Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan komunitas global dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
“Komitmen Indonesia jelas, mendorong pembangunan inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya (red).

Berita terkait