Gus Hilman: PTS Tertekan, Kebijakan Kampus Asing Perlu Diatur
Senin, 02 Februari 2026, 15:32:03 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Hilman Mufidi menyoroti kondisi perguruan tinggi swasta (PTS) yang kian tertekan di tengah persaingan penerimaan mahasiswa. Ia mengingatkan agar rencana menghadirkan kampus asing ke Indonesia tidak semakin memperberat beban kampus swasta yang saat ini sudah menghadapi tantangan serius.
“Banyak kampus swasta yang saat ini berjuang keras mendapatkan mahasiswa baru, bahkan kesulitan memenuhi kuota,” ujar Muhammad Hilman Mufidi yang akrab disapa Gus Hilman, Senin (2/2/2026).
Menurut Gus Hilman, pemerintah perlu melihat kondisi riil di lapangan sebelum merealisasikan kebijakan membuka kampus asing. Ia menilai, tanpa perhitungan matang, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan ketimpangan baru dalam ekosistem pendidikan tinggi nasional.
Ia juga menyinggung kebijakan perguruan tinggi negeri (PTN) yang membuka kampus di berbagai daerah dengan kuota besar, yang secara tidak langsung menyedot calon mahasiswa potensial dari kampus swasta.
“PTN membuka kampus di daerah-daerah dengan kuota yang sangat besar. Dampaknya sangat terasa bagi keberlangsungan perguruan tinggi swasta,” jelasnya.
Karena itu, Gus Hilman meminta agar kebijakan pendidikan nasional disusun secara berimbang, dengan mempertimbangkan keberlanjutan seluruh penyelenggara pendidikan tinggi, baik negeri maupun swasta.
Terkait rencana Presiden Prabowo Subianto memboyong universitas asal Inggris, Gus Hilman menegaskan bahwa secara prinsip niat tersebut patut diapresiasi. Namun, ia menekankan bahwa kehadiran kampus asing harus bersifat melengkapi, bukan menggantikan peran perguruan tinggi nasional.
“Kita tidak boleh mengorbankan kampus nasional yang selama ini ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Kampus asing harus menjadi mitra strategis, bukan pesaing yang mematikan,” tegasnya.
Gus Hilman menutup pernyataannya dengan mengingatkan pentingnya regulasi yang adil dan berpihak pada kepentingan pendidikan nasional dalam jangka panjang (red)
Berita terkait
Soedeson Tandra Minta MKMK Hormati Kewenangan...
Sarmuji: Golkar Fokus Sukseskan Prabowo, Cawapres...
Zainul Munasichin Soroti 11 Juta PBI...
Hasbiallah Ilyas Desak KPK Susun Road...
Elpisina: Permen 14/2025 Jangan Jerat Sumur...
Rivqy Abdul Halim Soroti Depo BBM...
Berita Terbaru
Hajriyanto Y. Thohari: Akademi Golkar Fokus...
Bahlil Lahadalia: Saya Nyaleg di Papua...
