JAKARTA, BERITA SENAYAN – Pengamat politik Hendri Satrio menilai keputusan Joko Widodo alias Jokowi menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Bandung memiliki makna politik tersendiri.
Menurut Hendri, pilihan Jawa Barat sebagai lokasi pengumuman status Jokowi sebagai kader PSI tidak dapat dilepaskan dari posisi politik wilayah tersebut. Ia menilai Jawa Barat memiliki arti penting karena selama ini dikenal sebagai salah satu basis dukungan Presiden Prabowo Subianto.
“Kenapa harus di Bandung pengumumannya? Kenapa harus di Jawa Barat? Jadi dia ingin berkomunikasi ke penguasa hari ini, Pak Prabowo, bahwa saya ada di kandang Anda nih. Ingat lho, Jawa Barat itu kandangnya Pak Prabowo,” ujar Hendri, Rabu (30/9/2026).
Analisis tersebut disampaikan setelah Jokowi secara terbuka menunjukkan KTA PSI saat menghadiri Rakorda DPD PSI Kota Bandung pada 26 September 2026. Dalam kesempatan itu, Jokowi menyatakan dirinya telah resmi menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025.
Hendri Soroti Pilihan Bandung Bukan Solo
Hendri membandingkan keputusan Jokowi mengumumkan status keanggotaannya di Bandung dengan kemungkinan apabila pengumuman tersebut dilakukan di Solo atau Jawa Tengah.
Menurut pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI tersebut, lokasi pengumuman dapat memberikan konteks berbeda terhadap pesan politik yang ingin disampaikan.
“Kalau dia mau berhadapan dengan PDI Perjuangan atau Megawati, dia umumkan di Jawa Tengah. Tapi kenapa dia enggak umumkan di Solo?” kata Hendri.
Ia kemudian menjelaskan bahwa menurut analisanya, pengumuman di Solo akan menghasilkan dampak politik yang berbeda dibandingkan dengan Bandung.
“Kalau dia umumin di Solo, pasti dampaknya enggak besar. Tapi ini Jawa Barat, kandangnya Prabowo,” lanjutnya.
Analisis Hendri tersebut muncul di tengah terbukanya status Jokowi sebagai kader PSI. Sebelumnya, status keanggotaan Jokowi di partai tersebut menjadi perhatian publik karena ia baru menunjukkan KTA secara terbuka meski mengaku telah bergabung sejak Oktober 2025.
Saat menghadiri Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi bahkan membacakan nomor keanggotaan yang tercantum pada KTA miliknya. Langkah tersebut disebutnya untuk menjawab pihak-pihak yang masih meragukan statusnya sebagai bagian dari PSI.
Pilihan Bandung juga mendapat perhatian karena Jokowi kemudian kembali hadir dalam agenda PSI di Kabupaten Bekasi pada 27 September 2026. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa pengumuman KTA dilakukan karena menilai momennya sudah tepat.
Jokowi Sebut Pengumuman KTA Soal Momentum
Sementara itu, Jokowi memberikan penjelasan berbeda mengenai alasan dirinya baru menunjukkan KTA PSI kepada publik.
Jokowi mengatakan keputusan tersebut merupakan hak pribadinya sekaligus bagian dari momentum politik yang menurutnya tepat untuk mengungkapkan status keanggotaannya.
“Banyak yang bertanya kok baru ditunjukkan sekarang, ya kan suka-suka saya dong, kan ini kartu milik saya, bahwa saya tunjukkan di Bandung dan Bekasi ini karena momentumnya memang sekarang,” kata Jokowi.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya telah menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025.
“Saya sudah masuk menjadi keluarga besar PSI itu sudah 14 Oktober 2025. Sudah setahun lalu. Banyak yang enggak percaya. Saya kasih kartu anggota saya,” ujar Jokowi saat Rakorda PSI Kota Bandung.
Jokowi kemudian menegaskan bahwa politik memiliki momentum tertentu. Karena itu, ia memilih Bandung dan Bekasi sebagai tempat untuk memperlihatkan KTA tersebut secara terbuka.
“Politik ini kan momentum, momentumnya pas kan ya saya tunjukkan sekarang,” ujarnya.
Dengan demikian, terdapat dua perspektif mengenai pemilihan Bandung sebagai lokasi Jokowi menunjukkan KTA PSI. Jokowi menjelaskan keputusan tersebut dari sisi momentum, sementara Hendri Satrio memberikan analisis bahwa pemilihan Jawa Barat dapat dibaca sebagai pesan politik kepada Prabowo.
Makna politik dari langkah tersebut tetap merupakan interpretasi, sedangkan fakta yang telah disampaikan Jokowi adalah bahwa dirinya mengaku telah menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025 dan memilih Bandung untuk membuka status tersebut kepada publik (red)

Berita terkait