JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Taufiq R. Abdullah, mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad).

Desakan tersebut disampaikan menyusul wafatnya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Ekonomi Kreatif, Vanreko Varkas Bagaskara, saat mengikuti pelatihan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Taufiq menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus meminta pemerintah memastikan seluruh aspek penyelenggaraan latihan diperiksa agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya seorang ASN saat menjadi peserta Latsarmil Komcad. Ini merupakan duka bagi keluarga dan kita semua, sehingga pemerintah harus melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Taufiq di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Taufiq Minta Seluruh Tahapan Latihan Diaudit

Menurut Taufiq, investigasi terhadap insiden tersebut tidak seharusnya hanya diarahkan untuk mengetahui penyebab kematian peserta. Evaluasi juga perlu mencakup keseluruhan tahapan penyelenggaraan Latsarmil Komcad.

Beberapa aspek yang dinilai perlu diperiksa meliputi sistem seleksi medis, kecukupan waktu istirahat, intensitas materi fisik, hingga kesiapan tim dan fasilitas penanganan kondisi darurat di lokasi latihan.

“Pelaksanaan latihan harus mempertimbangkan kondisi cuaca, kemampuan fisik peserta, kecukupan hidrasi, waktu istirahat, serta kesiapan fasilitas kesehatan. Jangan sampai standar latihan justru mengabaikan keselamatan peserta,” tegasnya.

Taufiq menilai program Komcad memiliki nilai strategis dalam membangun sistem pertahanan negara. Namun, tujuan meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan perlu berjalan seiring dengan perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan peserta.

Ia menekankan bahwa kesiapan peserta tidak cukup diukur melalui pemenuhan persyaratan administratif. Kondisi fisik dan mental setiap peserta juga perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan kemampuan mengikuti seluruh rangkaian latihan.

“Peserta harus benar-benar siap secara fisik dan mental. Jangan hanya melihat seseorang memenuhi syarat secara administratif, tetapi kondisinya harus dipastikan mampu mengikuti seluruh tahapan latihan,” kata Taufiq.

Cuaca Ekstrem Jadi Pertimbangan Penyelenggara

Taufiq juga meminta Kementerian Pertahanan dan penyelenggara Latsarmil Komcad mempertimbangkan kondisi lapangan, termasuk dinamika cuaca ekstrem selama pelaksanaan latihan.

Menurutnya, instruktur perlu memiliki ruang untuk menyesuaikan pola latihan apabila kondisi di lapangan berpotensi meningkatkan risiko terhadap keselamatan peserta. Penyesuaian tersebut dapat berupa pengurangan beban fisik maupun penghentian sementara kegiatan.

“Jangan sampai ada anggapan bahwa semakin berat latihan berarti semakin baik hasilnya. Ukuran keberhasilan pelatihan bukan seberapa berat beban diberikan, melainkan bagaimana peserta mencapai tujuan pelatihan dengan tetap selamat dan sehat,” ucapnya.

Taufiq menegaskan Komisi I DPR RI akan terus mengawal proses investigasi serta penataan ulang standar operasional prosedur (SOP) penyelenggaraan Komcad.

Menurut dia, perbaikan manajemen risiko diperlukan untuk memastikan setiap kegiatan latihan pertahanan negara memiliki standar keselamatan yang memadai.

“Harus ada perbaikan yang nyata pada sistem penyelenggaraan Latsarmil Komcad di masa depan. Perlindungan keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap program latihan pertahanan negara,” pungkas Taufiq (red)