JAKARTA, BERITA SENAYAN – Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengungkap pandangannya mengenai keputusan Joko Widodo memilih bergabung dengan PSI setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Presiden.
Grace menilai keputusan tersebut memiliki arti tersendiri bagi PSI. Menurut dia, Jokowi memilih bergabung dengan partai yang masih dalam proses membangun kekuatan politik dan belum pernah memperoleh kursi di DPR.
“PSI kan ini kami masih partai kecil, masih berjuang, belum pernah lolos ke Senayan, dan kita bersyukur sekali Pak Jokowi saya yakin banyak yang ngasih karpet merah, tapi yang beliau pilih adalah partai kecil yang belum pernah lolos ke Senayan yang perjuangannya masih panjang,” kata Grace kepada wartawan di Grand Indonesia, Minggu (27/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Jokowi resmi menjadi kader PSI. Dalam sejumlah agenda partai, Jokowi juga mulai memberikan arahan kepada kader terkait penguatan organisasi menghadapi Pemilu 2029.
Grace Sebut PSI Masih Berjuang Bangun Kekuatan
Grace mengatakan PSI masih menghadapi proses panjang untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan daya jangkaunya hingga tingkat masyarakat.
Menurut dia, bergabungnya Jokowi tidak membuat PSI berhenti melakukan konsolidasi. Sebaliknya, kader tetap diminta bekerja membangun struktur organisasi hingga tingkat bawah.
Grace menyebut Jokowi memberikan pesan khusus kepada internal PSI agar pengurus dan kader semakin serius membentuk kepengurusan hingga tingkat desa.
“Jadi kalau saya melihatnya, beliau itu punya pesan dua. Pesan ke dalam adalah untuk menyemangati pengurus dan kader agar lebih semangat membentuk kepengurusan sampai ke tingkat desa,” ujar Grace.
Menurut Grace, pesan tersebut menunjukkan bahwa Jokowi memahami pekerjaan rumah PSI sebagai partai yang masih berkembang.
Penguatan struktur hingga tingkat desa juga dipandang penting agar keberadaan PSI tidak hanya terlihat di tingkat pusat, tetapi memiliki jaringan organisasi yang lebih luas.
Grace menambahkan, Jokowi juga meminta kader PSI lebih aktif turun ke masyarakat.
“Pak Jokowi juga bilang agar semuanya rajin turun ke bawah melayani masyarakat,” jelasnya.
Bagi Grace, pesan tersebut menjadi bagian dari proses konsolidasi PSI menjelang Pemilu 2029.
Grace: Jokowi Siap Berjuang Bersama PSI
Selain memberikan pesan kepada internal partai, Grace mengatakan Jokowi juga menyampaikan pesan kepada pihak eksternal bahwa dirinya siap berjuang bersama PSI.
Hal tersebut berkaitan dengan dinamika mengenai parliamentary threshold yang akan berlaku pada Pemilu 2029.
“Pesan ke luar, saya pikir bahwa beliau ini siap untuk berjuang sama-sama PSI, dan di tengah per-diskusi dinamika apakah PT-nya akan ke 5 atau 6 apa 7, PSI siap berjuang, gitu,” kata Grace.
Grace menilai kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan angka ambang batas parlemen menjadi bagian dari sikap PSI dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
Ia juga mengutip pesan Jokowi yang meminta kader tidak terlalu khawatir terhadap besaran parliamentary threshold.
“Seperti kata Pak Jokowi, mau berapa pun, PSI siap,” ungkap Grace.
Sementara itu, Grace juga menanggapi pernyataan Jokowi yang menyebut sudah banyak pihak mulai takut terhadap PSI. Menurutnya, pihak yang dimaksud bisa berasal dari partai politik maupun individu.
“Mungkin bisa dua-duanya, parpol dan orang,” tuturnya.
Grace berharap kehadiran Jokowi di PSI tidak menjadi alasan bagi pihak lain untuk merasa takut maupun menggunakan isu tersebut untuk menakut-nakuti PSI.
Ia menegaskan bahwa PSI masih memiliki pekerjaan panjang untuk memperkuat organisasi, membangun jaringan, dan mendapatkan dukungan masyarakat.
Dengan demikian, bergabungnya Jokowi dipandang Grace bukan sebagai alasan PSI untuk berhenti bekerja, melainkan menjadi bagian dari dorongan agar konsolidasi organisasi semakin diperkuat menuju Pemilu 2029 (red)

Berita terkait