SURABAYA, BERITA SENAYAN – Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah Hetifah Sjaifudian meminta Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Pengajian Al-Hidayah Jawa Timur tidak berhenti pada penyusunan agenda organisasi. Menurutnya, forum tersebut harus menghasilkan program kerja yang realistis, terukur, memiliki pembagian tanggung jawab, serta dapat dievaluasi secara berkala.
Pernyataan itu disampaikan Hetifah dalam kegiatan pengukuhan dan Rakerda DPD Pengajian Al-Hidayah Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Penguatan Peran Perempuan Al-Hidayah yang Berakhlakul Karimah, Mandiri, dan Berdaya Saing Menuju Jawa Timur Sejahtera.” Dalam agenda itu, Atika Banowati dikukuhkan sebagai Ketua DPD Pengajian Al-Hidayah Jawa Timur.
Hetifah menilai Rakerda menjadi momentum penting untuk menerjemahkan mandat organisasi ke dalam kegiatan yang dapat dijalankan hingga tingkat daerah. Karena itu, setiap program yang dirumuskan perlu mempertimbangkan kemampuan organisasi, kebutuhan masyarakat, serta sumber daya yang tersedia.
“Rakerda harus menghasilkan prioritas yang realistis, siapa yang bertanggung jawab, kapan dilaksanakan, dan bagaimana evaluasinya,” kata Hetifah.
Menurut dia, kejelasan tersebut diperlukan agar program organisasi tidak berhenti sebagai daftar kegiatan dalam dokumen kerja. Setiap agenda harus memiliki tujuan yang jelas sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh anggota maupun masyarakat.
Ia juga mendorong adanya komunikasi yang kuat antara pengurus DPD dengan kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota. Dengan demikian, pelaksanaan program dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Program Al-Hidayah Didorong Punya Dampak Nyata
Hetifah mengatakan Pengajian Al-Hidayah memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan kegiatan melalui majelis ilmu, penguatan persaudaraan, serta kepedulian sosial. Namun, seluruh potensi tersebut perlu diterjemahkan menjadi program yang memiliki dampak nyata.
Beberapa bidang yang dapat menjadi perhatian antara lain pendidikan, pengembangan usaha perempuan, literasi digital, kesehatan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Menurut Hetifah, keberhasilan organisasi tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan. Hal yang tidak kalah penting adalah keberlanjutan program, keterlibatan anggota, serta manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.
Karena itu, hasil Rakerda diharapkan menjadi pedoman kerja yang dapat digunakan pengurus dalam menjalankan agenda organisasi selama periode kepengurusan.
Hetifah juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan kepercayaan masyarakat dalam setiap aktivitas organisasi. Menurutnya, penguatan program harus berjalan seiring dengan tanggung jawab moral para pengurus.
Dengan pendekatan tersebut, Pengajian Al-Hidayah Jawa Timur diharapkan mampu menjalankan program secara lebih terarah, terukur, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Rakerda pun tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, tetapi menjadi ruang untuk menentukan prioritas sekaligus memastikan setiap program memiliki pelaksana, jadwal, dan mekanisme evaluasi yang jelas (red)

Berita terkait