BANDA ACEH, BERITA SENAYAN – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh mulai mematangkan strategi menghadapi kontestasi politik mendatang. Persiapan itu dibahas dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW PPP Aceh di Banda Aceh, Jumat (18/9/2026).
Rakerwil tersebut dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, di antaranya Bendahara Umum DPP PPP Imam Fauzan Amir Uskara dan Hilman Ismail Metareum. Kehadiran pengurus pusat menjadi bagian dari penguatan organisasi serta pembekalan bagi pengurus dan kader PPP Aceh.
Ketua DPW PPP Aceh Amiruddin Idris mengatakan Rakerwil tidak sekadar menjadi forum evaluasi organisasi. Menurutnya, forum tersebut juga digunakan untuk membaca perkembangan politik di Aceh sekaligus mempersiapkan kader menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Kami melakukan pengkajian peluang politik, pemberian nasihat, serta pelatihan politik bagi para kader. Semua ini bagian dari persiapan menghadapi kontestasi pemilu mendatang,” ujar Amiruddin.
Ia mengatakan PPP Aceh akan melakukan pemetaan politik secara menyeluruh di berbagai daerah. Pemetaan tersebut mencakup kondisi, potensi, dan peluang politik sebagai bahan penyusunan strategi organisasi.
Penjaringan Caleg Disiapkan Berjenjang
Salah satu agenda yang mulai dipersiapkan PPP Aceh adalah penjaringan bakal calon anggota legislatif. Amiruddin mengatakan proses tersebut akan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga tingkat pusat.
“Penjaringan bakal calon anggota DPR akan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten dan kota, provinsi, hingga pusat,” katanya.
Persiapan tersebut diarahkan untuk menghadapi Pemilu 2029. Namun, Amiruddin menegaskan prosesnya tetap akan menyesuaikan dengan regulasi resmi mengenai pelaksanaan pemilu.
Kehadiran pengurus DPP dalam Rakerwil menjadi bagian dari konsolidasi struktur pusat dan daerah. Imam Fauzan Amir Uskara dan Hilman Ismail Metareum hadir memberikan pembekalan kepada jajaran PPP Aceh. Materi tersebut diarahkan pada penguatan manajemen organisasi dan kesiapan menghadapi dinamika politik mendatang. Bagi PPP Aceh, penguatan struktur menjadi bagian penting sebelum memasuki tahapan politik berikutnya.
Sebelum Rakerwil, PPP Aceh juga melakukan konsolidasi organisasi hingga tingkat kabupaten/kota. Ketua DPW PPP Aceh sebelumnya menyebut proses tersebut berlangsung hampir tiga bulan dan mencakup penguatan struktur di 23 kabupaten/kota. Penguatan struktur ini menjadi fondasi bagi PPP Aceh untuk menjalankan kerja organisasi secara lebih terarah di daerah.
Konsolidasi PPP Aceh kemudian dilanjutkan dengan pelantikan pengurus DPW PPP Aceh masa bakti 2026–2031. Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono dijadwalkan hadir untuk melantik pengurus DPW PPP Aceh sekaligus pengurus DPC PPP di seluruh kabupaten/kota se-Aceh pada Sabtu malam, 19 September 2026.
Rangkaian agenda tersebut menjadi bagian dari penguatan kepengurusan baru PPP Aceh sekaligus konsolidasi organisasi menjelang agenda politik berikutnya.
“Hana So Keunek Publa”
Dalam kepengurusan baru periode 2026–2031, PPP Aceh memperkenalkan tagline “Hana So Keunek Publa.” Amiruddin memaknai tagline tersebut sebagai semangat untuk terus bergerak setelah perjuangan dimulai.
“Artinya, kalau kami sudah memulai, tidak ada yang bisa menghalangi langkah kami,” kata Amiruddin.
Dengan konsolidasi struktur, pembekalan kader, pemetaan politik, dan persiapan penjaringan calon legislatif, PPP Aceh mulai menyusun langkah organisasi menuju Pemilu 2029 dengan tetap menunggu dan menyesuaikan aturan resmi penyelenggaraan pemilu (red)

Berita terkait