JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkap strategi memperkuat hubungan Indonesia-Bulgaria melalui peningkatan interaksi dan kerja sama yang melibatkan generasi muda.
Menurut Puan, hubungan bilateral yang telah terjalin selama 70 tahun tidak cukup hanya dibangun melalui kerja sama antarpemerintah. Hubungan tersebut juga perlu diperkuat melalui interaksi langsung antara masyarakat kedua negara, terutama generasi muda.
Hal itu disampaikan Puan saat menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Republik Bulgaria Alexander Poulev beserta delegasi di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Puan mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan hubungan Indonesia dan Bulgaria. Karena itu, DPR RI mendorong peningkatan kerja sama yang dapat mempertemukan generasi muda kedua negara melalui pendidikan, olahraga, pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, dan program beasiswa.
Menurut Puan, berbagai program tersebut dapat membuka ruang bagi anak muda untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, sekaligus membangun jejaring internasional.
“Sebagai perwakilan dari rakyat, kami di DPR RI mendorong peningkatan interaksi masyarakat Indonesia dan Bulgaria, termasuk melalui pendidikan, pertukaran budaya, pariwisata, dan ketenagakerjaan,” ujar Puan.
Pendidikan hingga Olahraga Jadi Prioritas
Secara khusus, Puan mendorong penguatan kerja sama di bidang pendidikan dan olahraga. Menurutnya, kedua sektor tersebut memiliki potensi besar untuk meningkatkan interaksi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antargenerasi.
Kerja sama pendidikan dapat dikembangkan melalui pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, peningkatan kapasitas kepemudaan, serta pemberian beasiswa.
Sementara itu, bidang olahraga dapat menjadi ruang bagi generasi muda Indonesia dan Bulgaria untuk membangun hubungan melalui kompetisi, pertukaran pengalaman, maupun peningkatan kapasitas.
Puan berharap kerja sama tersebut tidak hanya menghasilkan manfaat di bidang pendidikan dan olahraga, tetapi juga membangun hubungan antarmasyarakat dalam jangka panjang.
Puan juga mengapresiasi langkah Bulgaria dalam memperkenalkan Bahasa Indonesia di lingkungan pendidikan tinggi. Ia secara khusus menyoroti pengajaran Bahasa Indonesia di University of Sofia.
“Saya mengapresiasi upaya untuk memperkenalkan dan mengajarkan Bahasa Indonesia di University of Sofia,” ungkap Puan.
Menurutnya, pengajaran Bahasa Indonesia di Bulgaria menjadi salah satu bentuk nyata penguatan hubungan budaya dan pendidikan kedua negara.
Puan juga mengapresiasi pendirian Indonesian Permanent Heritage Collection di Galeri Nasional Bulgaria sejak 2019.
70 Tahun Hubungan Jadi Momentum Baru
Pertemuan Puan dan Alexander Poulev berlangsung menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Bulgaria pada 20 September 2026.
Puan menyebut Bulgaria sebagai salah satu negara Eropa yang termasuk awal mengakui kemerdekaan Indonesia.
Ia juga mengingat kunjungan Presiden Soekarno ke Bulgaria pada 1961 sebagai bagian dari sejarah persahabatan kedua negara.
Menurut Puan, momentum 70 tahun hubungan bilateral harus dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama, termasuk dengan melibatkan generasi muda secara lebih aktif.
“Pertemuan kita hari ini cermin komitmen bersama Indonesia dan Bulgaria untuk terus menjalin persahabatan dan kerja sama untuk kepentingan bersama,” kata Puan.
Puan menilai hubungan bilateral yang kuat tidak hanya ditentukan oleh kerja sama pemerintah dan parlemen. Hubungan tersebut juga perlu ditopang oleh kedekatan masyarakat melalui pendidikan, kebudayaan, olahraga, pariwisata, serta berbagai bentuk pertukaran antarmasyarakat.
Karena itu, pelibatan generasi muda dinilai menjadi investasi penting untuk memastikan hubungan Indonesia-Bulgaria terus berkembang pada masa mendatang.
“Seindah dan seharum Bulgarian Rose yang dibawa oleh Bung Karno dari Bulgaria, seindah itu juga persahabatan yang terjalin antara Indonesia dan Bulgaria,” pungkas Puan (red)

Berita terkait