JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua DPR RI Puan Maharani menilai Bulgaria memiliki posisi strategis untuk memperkuat akses produk Indonesia menuju kawasan Balkan dan Eropa.
Hal tersebut disampaikan Puan saat menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Republik Bulgaria Alexander Poulev di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Bulgaria yang tahun ini memasuki usia 70 tahun.
Puan mengatakan Bulgaria dapat menjadi mitra penting Indonesia dalam meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi.
“Perkembangan ekonomi dan perdagangan Indonesia dan Bulgaria dari tahun ke tahun telah memperlihatkan potensi yang menjanjikan. Hal ini menjadi catatan bagi kami untuk mendorong Pemerintah RI untuk terus meningkatkan volume dan diversifikasi perdagangan kedua negara,” ujar Puan.
Bulgaria Dinilai Strategis bagi Produk Indonesia
Menurut Puan, posisi Bulgaria sebagai bagian dari kawasan Balkan membuat negara tersebut memiliki nilai strategis bagi Indonesia.
Bulgaria dinilai dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi produk Indonesia untuk menjangkau pasar Balkan dan kawasan Eropa yang lebih luas.
Selain perdagangan, Puan juga melihat peluang investasi yang dapat dikembangkan oleh kedua negara.
Karena itu, DPR RI mendorong pemerintah untuk terus mencari peluang peningkatan volume sekaligus diversifikasi perdagangan Indonesia-Bulgaria.
Puan juga menyoroti hubungan ekonomi Indonesia dengan Uni Eropa. Ia berharap Bulgaria dapat menjadi mitra penting dalam memaksimalkan implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EU CEPA).
Menurut Puan, DPR RI siap memberikan dukungan melalui penguatan regulasi dan diplomasi parlemen.
“DPR RI berkomitmen memberikan dukungan parlemen melalui penguatan regulasi dan diplomasi parlemen untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi peningkatan perdagangan dan investasi kedua negara,” sambungnya.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat iklim kerja sama ekonomi serta membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha Indonesia dan Bulgaria.
70 Tahun Hubungan Indonesia-Bulgaria
Kunjungan Alexander Poulev juga berlangsung menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria pada 20 September 2026. Puan menyebut Bulgaria sebagai salah satu negara Eropa yang termasuk awal mengakui kemerdekaan Indonesia.
Ia juga mengenang kunjungan Presiden Soekarno ke Bulgaria pada 1961 sebagai bagian dari komitmen mempererat persahabatan kedua negara.
Dalam kunjungan tersebut, Bung Karno membawa pulang bunga mawar khas Bulgaria atau Bulgarian Rose yang hingga kini dibudidayakan di Indonesia.
“Beliau membawa pulang Bulgarian Rose yang sampai sekarang masih dibudidayakan di Indonesia sebagai bahan baku pembuatan parfum dan minyak atsiri,” jelas Puan.
Puan Soroti Pendidikan hingga Pertukaran Budaya
Selain ekonomi, Puan menilai hubungan Indonesia-Bulgaria perlu diperkuat melalui kerja sama antarmasyarakat. Beberapa sektor yang dinilai potensial antara lain pendidikan, pertukaran budaya, pariwisata, dan ketenagakerjaan.
Puan secara khusus mengapresiasi Bulgaria yang telah memperkenalkan Bahasa Indonesia sebagai mata kuliah di University of Sofia.
“Saya mengapresiasi upaya untuk memperkenalkan dan mengajarkan Bahasa Indonesia di University of Sofia. Saya juga mengapresiasi pendirian Indonesian Permanent Heritage Collection di Galeri Nasional Bulgaria sejak 2019,” ungkapnya.
Puan menegaskan DPR RI memiliki komitmen memperkuat hubungan Indonesia-Bulgaria melalui diplomasi parlemen.
Menurutnya, DPR RI dan Majelis Nasional Bulgaria selama ini telah menjalin kerja sama dalam berbagai forum multilateral, termasuk Inter-Parliamentary Union (IPU) dan OECD Global Parliamentary Network.
Puan menilai hubungan kedua negara memiliki fondasi yang kuat karena dibangun di atas kesamaan nilai demokrasi, multilateralisme, penghormatan terhadap hukum internasional, serta komitmen terhadap tatanan dunia berbasis aturan.
“Di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian global, nilai-nilai ini menjadi pegangan untuk kita saling menghargai dan mengedepankan kerja sama,” kata Puan.
Ia berharap momentum 70 tahun hubungan bilateral dapat menjadi titik penguatan kerja sama Indonesia dan Bulgaria di masa mendatang.
“Seindah dan seharum Bulgarian Rose yang dibawa oleh Bung Karno dari Bulgaria, seindah itu juga persahabatan yang terjalin antara Indonesia dan Bulgaria,” pungkasnya (red)

Berita terkait