Healing Ala Menteri Ketum Bahlil
Oleh : Lamadi de Lamato*
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Pagi itu, saya menemani teman akrab saya, utk jumpa Bahlil Lahadalia, menteri ESDM dan ketua umum Golkar di kediamannya..Sudah saya bantu fasilitasi, tp ia ingin ditemani.. Bahlil tampak sdg olahraga, di mejanya ada buah, gelas besar berisi air hangat dan saya pun masuk bersama kawan, yg punya hajat bertemu sang menteri yg juga mantan aktifis HMI ini..
Saya hanya ikut nguping saja..Kendati nguping otak saya berpikir ke menu pagi diatas mejanya..pantas saja, kawan ini sgt sehat dan bugar setiap hr, lantaran sarapannya beda dgn aktifis lain.. Para aktifis pagi2 ngopi, merokok dan makan bubur ayam atau lontong sayur..
Mknya pas usia 40 thn keatas, tenaganya sdh seperti lampu bolham 5 watt; letoy, malas dan sakit2an.Tp dgn kawan menteri mantan sopir angkot ini beda bangat..Ia setiap pagi sdh olahraga, keringatan dan joss menghadapi setiap aktifitas yg padat setiap hari..
Selain makannya yg sehat, ia suka olahraga dan yg paling unik healingnya yg standar..Se dari msh aktifis, Bahlil sdh jadi pengusaha dgn growth mindset. Setiap aktivitasnya selalu mengarah ke pertumbuhan karir .Makanya saat usia 40 thn keatas hingga skrg growth mindset itu akhirnya berbuah sgt cemerlang..
Makan sehat, olahraga dan healing yg tepat, termasuk ciri-ciri org dgn growth mindset..Bahlil kendati anak kampung, berasal dari keluarga miskin tp midsetnya adalah “pertumbuhan” yg kontinyu..Bill Gates org terkaya di dunia, menilai org kaya bukan dari harta yg ia miliki tp dari aset yg bernama growth mindset..Org dgn growth mindset akan terus bertumbuh walau ia miskin, sementara org kaya tp memiliki mindset yg salah, ia bisa saja hancur..itu kata Bill Gates..
Mancing Ikan Di Kampung
Se dari dulu, saya sdh mengamati pola hidup Bahlil, kendati saya tdk sama2 selalu dgnya..Lelaki Alumnus “kampus miskin” dan great C di Papua ini, memilih healing yg patut diteladani .Jika rata2 org kaya kita memilih healing ke luar negeri sbg prestise, Bahlil memilih memboyong keluarganya healing di pantai memancing ikan..
Hobby menteri ESDM yg unik ini, bukan baru skrg tp sejak dulu..Saat banyak aktifis msh berpikir proposal ke senior, Bahlil berpikirnya sdh 180 derajat diatas yg lain..Iya datang ketemu alumni dlm rangka bersinergi dlm dunia bisnis..Jika yg lain bertemu alumni membawa amplop 1-2 juta, Bahlil sdh membawa proyek bisnis dgn jumlah puluhan miliar.. Tp Bahlil tetap unik..Kendati sdh kaya sejak muda tp gaya hidupnya tetap sederhana..
Ketika di HMI blm ada uang utk kegiatan, Bahlil sdh turun tangan membiayai kegiatan HMI, yg selalu bersandar dari bantuan senior.. Karena keseringan bantuan senior telat, lelaki mantan anak asrama Fak Fak, Kamkey Abepura ini, yg selalu mem “bail out” kebutuhan organisasi yg berisi para aktifis seluruh Indonesia tersebut..Bahlil diakui atau tdk, ia punya andil besar di PB HMI termasuk ke kader2 Cipayung plus terutama yg berada di Papua dan sekitarnya..
Seandainya seperti org lain, Bahlil bisa memilih ketika sdh kaya msh muda, ngapain lagi repot2 dgn ide-ide kebangsaan dan keumatan yg melekat dgn dunia aktifis .Tp lelaki ini memilih setelah sukses adalah meneruskan spirit dunia aktifisme yg membesarkannya yakni menjadi insan akademis, pencipta dan pengabdi..Spirit itu ia dapatkan di HMI, dan ia mekarkan sbg spirit hidupnya hingga hari ini..
Tp dari semua itu, Bahlil lebih suka berlibur ke pantai memancing ketimbang keliling ke spot spot ternama di luar negeri.. Ia juga bisa seperti lelaki metropolis yg suka dandan, jika ia mau .Lebih lebih seperti Sahroni, yg membutuhkan perawatan fisik perbulan 200 juta di salon..Bahlil tdk suka yg seperti itu .Ia selalu tampil natural dan apa adanya, sbg manifestasi rasa syukurnya sbg manusia otentik..
Isu Jet Pribadi
Ini msh terkait dgn healing Bahlil yg rela membayar brp pun utk sebuah tujuan mulia.. Selain suka healing memancing dikampung, Bahli pernah terbang dari Papua ke Banda, Maluku..Daerah ini hanya bisa dilalui oleh kapal laut dan perahu layar..
Mungkin lantaran sibuk, Bahlil rela menyewa Jet Pribadi utk terbang ke Banda. Sbg pengusaha, waktu lebih mahal dari uang..Makanya utk tdk menyia nyiakan waktu, Bahlil rela terbang ke kampung kelahirannya di Maluku, utk satu tujuan urgen. Situasi ini sering ia lakukan saat ia msh jadi pengusaha..Makanya ketika Bahlil dan keluarga di saat lebaran, menyewa Jet Pribadi terbang dari Papua ke Sragen bertemu keluarga, lgsng di sorot publik sbg pejabat boros, saya hanya tertawa..
Hrs diketahui Bahlil itu sdh sering sewa Jet Pribadi sebelum ia jadi menteri..Disebut menteri boros dan tdk peka perasaan publik yg sdg krisis, itu tudingan yg salah alamat..Sampai disini, publik yg salah melihat Bahlil, semoga tersadarkan .Menggunakan jet pribadi utk lelaki yg sangat sayang ibunya ini, jelas utk menunjang aktivitasnya yg sgt padat dan Bejibun..
Diluar itu, mengulik kehidupan seorang Bahlil, sgt unik .Mengenalnya cukup lama, saya melihatnya sbg sosok yg anti teori sosiologis Timur..Org Timur itu identik dgn miskin, tertinggal hingga hidup di pasung dgn lingkaran setan kemiskinan dan ketertinggalan yg berkepanjangan..Tp utk lelaki mantan sopir angkot ini, teori sosiologis org Timur lgsng berubah..
Ia melawan kemiskinan, ia melawan kehidupan yg tdk sehat dan, ia juga melawan teori ketika sdh kaya, hidup hrs dinikmati dgn prestise yg mewah.. Seorang Bahlil tdk seperti itu..Inilah yg saya sebut, Bahlil itu sosok yg anti teori sosiologis Timur yg identik dgn kampungan, miskin dan kaya sombong , itu tampak tidak terlihat..
Tdk berlebihan, bila suatu saat cerita hidupnya perlu di amplifikasi secara luas, terutama utk generasi Timur yg sgt membutuhkan inspirasi dan tokoh teladan yg kuat seperti dirinya..Jika dahulu, ada tokoh Timur yg identik dgn kecerdasan, brilian dan cerdas di ruang kelas, maka Bahlil adalah kebalikannya..Bahlil adalah tokoh yg cerdas diruang yg penuh duri dan liku-liku kehidupan.. Tp darisitulah ia tumbuh menjadi inspirasi yg layak diceritakan secara luas.
*Penulis adalah Direktur Eksekutif Abuleke Institute
Berita terkait
Membela rakyat tak pernah salah
Menempatkan Guru sebagai Pilar Martabat Bangsa...
Pak Harto, Sang Jenderal Besar dan...
Saatnya Memilih Menjadi Kewajiban Hukum di...
Reaktualisasi Hari Sumpah Pemuda
Rasisme Bukan Kritik: Membaca Prestasi Bahlil...
Berita Terbaru
Transformasi Digital Jadi Fokus Baru Pengajian...
Pengajian Al Hidayah Lantik Pengurus Baru...
