JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua PD AMPG DKI Jakarta, M Fauzan Irvan, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh provokasi dan informasi yang belum terverifikasi di tengah dinamika sosial yang berkembang di Jakarta.
Menurut Fauzan, menjaga ketenangan Ibu Kota merupakan tanggung jawab bersama. Perbedaan pendapat dan kritik terhadap pemerintah tetap menjadi bagian dari kehidupan demokrasi, tetapi tidak boleh berkembang menjadi konflik maupun tindakan yang merugikan masyarakat.
“Kalau ada informasi yang beredar, cek dulu sumber dan kebenarannya. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran hoaks atau provokasi yang bisa memecah persatuan,” ujar M Fauzan Irvan kepada Berita Senayan, Selasa (25/08).
Fauzan menilai penyebaran informasi tanpa melakukan verifikasi dapat memperkeruh situasi. Karena itu, masyarakat perlu lebih bijak sebelum membagikan informasi, khususnya konten yang berpotensi memancing kemarahan atau pertentangan antarkelompok. Ia mengajak masyarakat mengedepankan sikap kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang sumbernya tidak jelas.
Menurutnya, media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai ruang pertukaran informasi dan gagasan, bukan sebagai sarana menyebarkan kabar yang dapat memicu keresahan.
“Kita harus sama-sama menjaga suasana Jakarta. Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas, apalagi ikut menyebarkannya. Periksa dulu sumbernya dan pastikan kebenarannya,” katanya.
Kritik Boleh, Anarkisme Jangan
Fauzan juga menegaskan bahwa masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi. Namun, hak tersebut harus dilaksanakan dengan tetap menghormati ketertiban umum dan hak masyarakat lainnya.
Ia meminta peserta aksi tidak melakukan perusakan fasilitas umum, mengganggu aktivitas warga secara berlebihan, ataupun melakukan tindakan kekerasan.
“Bagi siapapun yang ingin menyampaikan aspirasi atau melakukan demonstrasi di Jakarta, silakan. Itu bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat. Tetapi mari kita lakukan dengan tertib, damai, dan tidak anarkis,” tegasnya.
Menurut Fauzan, aksi penyampaian pendapat akan jauh lebih efektif apabila dilakukan secara damai dan substansial. Kritik yang disampaikan dengan argumentasi, kata dia, justru dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah.
Sebaliknya, tindakan anarkis berpotensi menghilangkan substansi tuntutan sekaligus merugikan masyarakat yang tidak terlibat dalam aksi.
“Jaga Jakarta” Harus Jadi Gerakan Bersama
Fauzan mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan semangat “Jaga Jakarta” sebagai gerakan bersama. Menurutnya, keamanan Ibu Kota tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan partisipasi masyarakat.
“Jakarta adalah rumah kita bersama. Kita boleh berbeda pandangan, boleh menyampaikan kritik, tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita saling bermusuhan,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat dapat menjaga toleransi, menghormati perbedaan, serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
“Mari kita jaga Jakarta tetap aman, damai, tertib, dan kondusif,” pungkas Fauzan (red)

Berita terkait