JAKARTA, BERITA SENAYAN – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui Pasukan Jihad Kebangkitan Bangsa (Panji Bangsa) mendeklarasikan Satgas Prabowonomics sebagai wadah untuk mengawal sekaligus mendorong implementasi agenda ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Umum Dewan Komando Pusat Panji Bangsa, Rivqy Abdul Halim, mengatakan pembentukan satgas tersebut bukan sekadar gerakan politik atau slogan. Menurutnya, Satgas Prabowonomics diarahkan untuk memastikan kebijakan ekonomi pemerintah berjalan sesuai prinsip ekonomi konstitusi. Hal itu disampaikan Rivqy kepada wartawan di Kantor DPP PKB, Kamis (13/8/2026).
“Satgas Prabowonomics dibentuk untuk mengawal arah baru ekonomi konstitusi untuk masa depan Indonesia, sesuai dengan hasil ijtima ulama yang direkomendasikan kepada Presiden Prabowo Subianto saat Harlah PKB ke-28 kemarin,” ujar Rivqy.
Kawal Pasal 33 dan 34 UUD 1945
Rivqy menjelaskan, pengawalan Satgas Prabowonomics akan difokuskan pada program pemerintah yang berkaitan dengan amanat Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945.
Menurutnya, kedua pasal tersebut harus menjadi pijakan dalam pembangunan ekonomi nasional agar pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan dengan pemerataan dan perlindungan sosial.
“Poinnya kita akan berada di barisan terdepan untuk mengawal dan melanjutkan program pemerintah yang merupakan implementasi dari Pasal 33 dan 34,” tegasnya.
Ia menekankan, ekonomi konstitusi tidak boleh berhenti sebagai konsep. Dampak kebijakan harus dapat dirasakan langsung masyarakat, terutama kelompok ekonomi rakyat dan masyarakat yang berada di lapisan bawah.
“Kita ingin ekonomi konstitusi itu benar-benar terasa. Jangan sampai kebijakan bagus di atas kertas, tetapi manfaatnya tidak sampai ke masyarakat,” kata Rivqy.
Satgas Turun Langsung ke Lapangan
Sementara itu, Ketua Satgas Prabowonomics, Ahmad Riyadi atau Ary, mengatakan satgas akan menjalankan sejumlah agenda, mulai dari forum diskusi kelompok hingga pemantauan langsung terhadap implementasi kebijakan pemerintah.
Menurut Ary, kajian kebijakan tidak akan hanya dilakukan dari ruang diskusi, tetapi juga melalui penyerapan aspirasi masyarakat dan pelaku ekonomi di berbagai daerah.
“Kita sudah mengagendakan beberapa FGD terkait kebijakan ekonomi di berbagai sektor. Selain diskusi, satgas juga akan berperan aktif memantau di lapangan secara langsung untuk memastikan program pemerintah berjalan dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ary menyebut sejumlah agenda dialog telah disiapkan. Pada 18 Agustus dialog akan digelar di Jawa Barat bersama kelompok santri. Selanjutnya, 22 Agustus di Sulawesi Selatan bersama kepala desa dan aktivis desa.
Kemudian pada 28 Agustus, dialog dijadwalkan berlangsung di Jawa Timur dengan komunitas nelayan. Agenda berlanjut pada 8 September di Jakarta bersama kelompok ekonomi kreatif dan 15 September di Jawa Tengah bersama kelompok petani.
Menurut Ary, dialog tersebut akan menjadi ruang untuk melihat kebijakan ekonomi dari perspektif masyarakat dan pelaku ekonomi di lapangan.
Tak Sekadar Mendukung, Siap Beri Evaluasi
Ary menegaskan Satgas Prabowonomics tidak hanya diposisikan sebagai pendukung kebijakan pemerintah. Satgas juga akan menyampaikan masukan apabila menemukan persoalan dalam pelaksanaan program.
“Kalau ada program yang bagus, tentu kita dorong. Kalau di lapangan ditemukan kendala atau belum tepat sasaran, itu juga akan menjadi bahan evaluasi dan masukan kepada pemerintah,” katanya.
Pembentukan Satgas Prabowonomics sekaligus menandai komitmen Panji Bangsa untuk mengambil peran lebih aktif dalam mengawal agenda ekonomi pemerintahan Prabowo.
Penggagas satgas menilai dukungan terhadap pemerintah harus berjalan beriringan dengan pengawasan. Dengan demikian, setiap kebijakan ekonomi diharapkan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan terukur bagi masyarakat.
Satgas Prabowonomics pun diproyeksikan menjadi “mata dan telinga” di lapangan untuk memastikan agenda ekonomi pemerintah berjalan sesuai tujuan, dengan pemerataan kesejahteraan dan keberpihakan kepada ekonomi rakyat sebagai salah satu fokus utama gerakannya (red)

Berita terkait