JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar mendesak pemerintah segera mengambil langkah cepat setelah pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Menurutnya, ketidakpastian kepemimpinan bank sentral berpotensi memperbesar tekanan terhadap pasar keuangan apabila tidak segera direspons.
Marwan menilai gejolak pasar yang terjadi sesaat setelah pengunduran diri Perry Warjiyo menjadi sinyal bahwa pelaku pasar menunggu kepastian arah kebijakan moneter dan kepemimpinan Bank Indonesia.
“Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia harus segera direspons dengan langkah cepat oleh pemerintah. Reaksi pasar yang langsung terlihat melalui pelemahan rupiah dan IHSG tersebut menunjukkan, pelaku pasar sedang menunggu kepastian arah kebijakan moneter dan kepemimpinan BI,” kata Marwan di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), nilai tukar rupiah ditutup melemah menjadi Rp17.995 per dolar Amerika Serikat atau turun 0,12 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terkoreksi 0,17 persen ke level 6.185,7.
Menurut mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) tersebut, pemerintah tidak boleh membiarkan ketidakpastian kepemimpinan BI berlangsung terlalu lama karena Bank Indonesia merupakan pilar utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Pasar keuangan sangat sensitif terhadap ketidakpastian. Semakin lama proses penentuan gubernur definitif, semakin besar peluang munculnya spekulasi yang dapat meningkatkan volatilitas nilai tukar serta sentimen negatif pasar saham dan pasar obligasi. Karena itu, pemerintah perlu memberikan kepastian secepat mungkin,” ujarnya.
Marwan menyambut penunjukan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai pelaksana tugas Gubernur BI. Namun, ia menegaskan posisi tersebut hanya bersifat sementara sehingga pemerintah tetap harus segera menetapkan gubernur definitif.
Menurutnya, figur yang dipilih harus memiliki independensi, integritas, rekam jejak kuat di bidang moneter dan keuangan, serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan pelaku pasar.
“Kepercayaan pelaku pasar sangat ditentukan oleh figur yang memimpin bank sentral. Pemerintah harus memilih sosok yang independen, memiliki integritas, rekam jejak yang kuat di bidang moneter dan keuangan, serta mampu berkomunikasi secara efektif dengan pasar. Dengan begitu, kepercayaan investor dapat segera pulih dan stabilitas ekonomi tetap terjaga,” tegasnya.
Marwan juga mengingatkan bahwa perekonomian global masih dibayangi berbagai risiko, mulai dari ketidakpastian geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hingga fluktuasi kebijakan suku bunga negara-negara maju. Karena itu, Indonesia membutuhkan kepemimpinan Bank Indonesia yang kuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi.
“Jangan sampai ketidakpastian kepemimpinan BI memperbesar tekanan eksternal yang sedang dihadapi perekonomian nasional. Pemerintah harus menunjukkan kepada pasar bahwa transisi kepemimpinan berlangsung baik, independensi BI tetap terjaga, dan arah kebijakan moneter tidak berubah dari mandat utama menjaga stabilitas,” pungkas legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III tersebut (red)

Berita terkait