JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKB, Marwan Jafar, meminta Bank Indonesia (BI) mempercepat penyaluran kredit ke sektor produktif, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, dana kredit tidak boleh hanya mengendap di perbankan karena berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Marwan di Jakarta, Selasa (21/7/2026), saat menyoroti perlunya penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Jangan sampai dana kredit hanya mengendap di perbankan. Kredit harus benar-benar mengalir ke sektor produktif, terutama UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” tegas Marwan.

Marwan mengungkapkan, salah satu tantangan yang masih dihadapi sektor keuangan adalah tingginya angka undisbursed loan yang mencapai sekitar 22 persen dari total plafon kredit. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan masih perlunya upaya lebih serius agar pembiayaan benar-benar tersalurkan kepada pelaku usaha.

Politikus PKB itu menilai UMKM harus menjadi prioritas dalam penyaluran kredit karena memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi nasional dan pencipta lapangan kerja.

Selain mendorong percepatan kredit, Marwan juga meminta Bank Indonesia mengevaluasi efektivitas berbagai program fasilitasi pembiayaan, seperti project expose, business matching, hingga Gerakan Korporasi Gandeng UMKM.

Ia menegaskan program-program tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Kita ingin mengetahui sejauh mana realisasi program fasilitasi pembiayaan yang telah dijalankan, jangan sampai hanya menjadi seremoni,” ujarnya.

Di sisi lain, Marwan juga mengingatkan pentingnya koordinasi erat antara Bank Indonesia, pemerintah, dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi semakin penting di tengah proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 2,6 persen.

“Kami mendorong BI, Pemerintah, dan KSSK tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Sinergi harus benar-benar diwujudkan dalam kebijakan yang mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkualitas,” kata legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III itu.

Marwan berharap program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) yang dikembangkan Bank Indonesia dapat dipercepat implementasinya agar akses pembiayaan semakin luas, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah, sehingga target pertumbuhan ekonomi nasional dapat tercapai secara lebih inklusif (red)