Berita Senayan
Network

Presiden Prabowo Pimpin Pemusnahan 214 Ton Narkoba di Mabes Polri

Redaksi
Laporan Redaksi
Kamis, 30 Oktober 2025, 11:16:55 WIB
Presiden Prabowo Pimpin Pemusnahan 214 Ton Narkoba di Mabes Polri
Presiden Prabowo dan Kapolri Listyo Sigit dalam agenda pemusnahan barang bukti Narkoba sitaan Polri, di Mabes Polri, Rabu (28/10)



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung pemusnahan 214,84 ton narkoba hasil sitaan sepanjang Oktober 2024 hingga Oktober 2025. Kegiatan berlangsung di Lapangan Bhayangkara, Markas Besar Polri, Jakarta, pada Rabu (29/10/2025), sebagai wujud komitmen tegas pemerintah dalam perang melawan narkoba.

Barang bukti yang dimusnahkan memiliki nilai ekonomi mencapai Rp29,37 triliun, terdiri dari 1,3 ton sabu, 335.019 butir ekstasi, dan 608,1 kg ganja, hasil operasi gabungan Bareskrim Polri, BNN, dan BPOM di berbagai daerah, mulai dari Riau hingga Kalimantan Utara.

Presiden Prabowo menegaskan, kejahatan narkoba merupakan ancaman multidimensi yang tidak hanya merusak generasi muda, tetapi juga menggoyahkan ketahanan nasional dan mengancam cita-cita Indonesia Emas 2045.

“Kalau barang ini tidak dicegah dan disita, bisa dikonsumsi oleh 629 juta manusia — lebih dari dua kali jumlah penduduk Indonesia. Ini ancaman serius bagi bangsa. Saya apresiasi kerja keras Polri, BPOM, dan BNN,” tegas Presiden Prabowo.

Sinergi Polri, BPOM, dan BNN Lawan Kejahatan Narkoba

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan bahwa 49.306 kasus tindak pidana narkoba berhasil diungkap dengan 65.572 tersangka sepanjang setahun terakhir.

“Peredaran narkoba adalah extraordinary crime. Untuk mewujudkan Indonesia Emas, kita harus memastikan generasi muda bebas dari narkoba,” ujar Kapolri.

Sementara itu, Kepala BPOM, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menegaskan bahwa pengawasan terhadap obat dan bahan farmasi adalah benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan zat berbahaya.

“BPOM terus bersinergi dengan Polri dan BNN untuk memperkuat pengawasan dari produksi hingga distribusi. Penyalahgunaan obat dan narkotika adalah ancaman nyata bagi kualitas SDM Indonesia,” ujarnya.

BPOM juga menerapkan sistem pengawasan berbasis sains dan digitalisasi rantai pasok guna memastikan setiap obat yang beredar memenuhi standar keamanan dan tidak disalahgunakan untuk produksi narkoba sintetis.

Pemusnahan narkoba ini menjadi simbol capaian satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, meneguhkan arah kebijakan nasional menuju Indonesia bebas narkoba. Pemerintah menegaskan pendekatan pemberantasan dilakukan melalui tiga pilar: penegakan hukum, pengawasan kesehatan, dan edukasi publik.

Langkah tegas ini juga menjadi bagian penting dari strategi nasional memanfaatkan bonus demografi 2030–2035, memastikan generasi muda tumbuh sehat, cerdas, dan produktif.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh nasional, antara lain Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, Menteri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.

Dukungan dari kalangan masyarakat turut menguatkan pesan moral acara ini, dengan kehadiran Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir.

Menutup acara, Presiden Prabowo menyampaikan pesan tegas yang menggema di seluruh lapangan Bhayangkara:

“Kita akan berjuang bersama. Tidak ada kompromi terhadap narkoba. Indonesia harus menjadi bangsa yang kuat, sehat, dan bermartabat.” (red).


Berita terkait

PIRA Wujudkan Amanat Prabowo Lewat Aksi Sosial Berkelanjutan
PIRA Wujudkan Amanat Prabowo Lewat Aksi...
24 November 2025, 18:12:06
Rustini Gaungkan Gerakan Ayo Membaca di Maluku Tengah
Rustini Gaungkan Gerakan Ayo Membaca di...
16 November 2025, 12:07:50