JAKARTA, BERITA SENAYAN Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan kehidupan demokrasi di Indonesia membutuhkan mekanisme checks and balances yang kuat. Menurutnya, perbedaan posisi politik antarpartai merupakan hal yang wajar selama memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan kemajuan bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan AHY saat memberikan sambutan dalam acara Kick Off Rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

“Ketika ada yang bertanya kepada saya, bagaimana kalau kita lihat konstelasi atau peta politik hari ini? Saya rasa selama kita saling menghormati satu sama lain, partai-partai politik juga menyadari posisi dan pandangannya mungkin berbeda,” kata AHY.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu menilai perbedaan sikap politik tidak boleh menjadi penghalang bagi partai politik untuk bersama-sama membangun bangsa.

“Tetapi pada hakikatnya kita ingin sama-sama menghadirkan kemajuan, biarkan itu tumbuh dalam demokrasi kita,” lanjutnya.

AHY Kenang Demokrat Pernah Jadi Oposisi

Dalam kesempatan tersebut, AHY juga mengenang perjalanan Partai Demokrat yang berada di luar pemerintahan selama dua periode, yakni sejak 2014 hingga 2024. Menurutnya, keputusan Demokrat menjadi oposisi saat itu bukan karena tidak ingin bergabung dengan pemerintahan, melainkan karena dinamika politik yang berkembang setelah Pemilu.

“Di 2014, dan 2014 hingga 2024 bisa dikatakan Demokrat berada di luar pemerintahan. Menjadi oposisi. Bukan karena Demokrat tidak ingin menjadi bagian dari pemerintahan, tetapi realitas politik ketika itu tidak memungkinkan bagi Demokrat bergabung di pemerintahan,” ujarnya.

Kini, setelah bergabung dalam pemerintahan sejak 2024, AHY menilai pengalaman berada di dalam maupun di luar pemerintahan sama-sama memberikan pelajaran penting bagi partainya.

“Saya rasa ini adalah sebuah perjalanan jangan kita sia-siakan. Karena pengalaman di pemerintahan, pengalaman di luar pemerintahan itu saling melengkapi,” katanya.

AHY menegaskan sistem demokrasi yang sehat membutuhkan keseimbangan antarkekuatan politik melalui mekanisme saling mengawasi dan saling mengimbangi. Menurutnya, keterbukaan terhadap kritik dan semangat melakukan perbaikan harus terus dipelihara agar demokrasi mampu menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

“Kehidupan demokrasi juga meniscayakan adanya checks and balance, adanya keterbukaan, dan adanya semangat untuk terus melakukan perbaikan untuk rakyat yang kita cintai,” tegas AHY.

Ia berharap seluruh partai politik dapat terus menjaga kedewasaan dalam berdemokrasi dengan saling menghormati perbedaan posisi politik, baik berada di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan, demi kepentingan bangsa dan negara (red)