JAKARTA, BERITA SENAYAN – Bergabungnya komedian sekaligus politikus Narji ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) disebut bukan sekadar penambahan kader biasa. Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi besar partai untuk memperkuat barisan menghadapi Pemilu 2029.

Bestari mengungkapkan, Narji menjadi salah satu figur publik yang dinilai mampu memperluas jangkauan politik PSI sekaligus memperkuat kedekatan partai dengan masyarakat.

“Bergabungnya Narji merupakan bagian dari upaya memperkuat PSI menjelang Pemilu 2029,” ujar Bestari.

Menurutnya, kehadiran Narji bukan akhir dari proses rekrutmen tokoh-tokoh nasional. PSI masih menyiapkan sejumlah nama lain yang akan diumumkan sebagai kader baru dalam waktu dekat.

Meski belum bersedia mengungkap identitas para tokoh tersebut, Bestari memastikan mereka berasal dari berbagai latar belakang yang dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi partai.

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan Berita Senayan, Narji resmi diumumkan sebagai kader PSI dalam kegiatan khitanan massal yang diselenggarakan DPW PSI Banten pada Minggu (5/7/2026). Sebelum bergabung dengan PSI, Narji merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera sejak Desember 2021. Ia bahkan sempat maju sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah X pada Pemilu 2024, meski belum berhasil meraih kursi di Senayan.

Keputusan Narji meninggalkan PKS mendapat tanggapan positif dari politikus senior PKS, Mardani Ali Sera. Mardani mengaku belum sempat mengonfirmasi langsung kabar kepindahan tersebut. Namun, ia tetap memberikan apresiasi atas kontribusi Narji selama menjadi kader PKS.

“Buat saya, hati dan akhlak beliau tetap orang baik di mana pun berada. Mendoakan yang terbaik untuk Bang Narji dan keluarga,” kata Mardani.

Masuknya Narji menambah daftar figur publik yang direkrut PSI sebagai bagian dari persiapan menghadapi kontestasi politik 2029. Langkah ini juga menguatkan sinyal bahwa PSI tengah aktif membangun kekuatan baru dengan menggandeng tokoh-tokoh yang memiliki popularitas dan basis pendukung di masyarakat (red)