JAKARTA, BERITA SENAYAN – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah mengambil langkah serius untuk mencegah terulangnya gangguan pasokan batu bara bagi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Salah satunya dengan membentuk tim khusus yang mengawasi pengadaan batu bara untuk PT PLN (Persero).

Menurut Bahlil, langkah tersebut diambil setelah pemerintah berhasil menyelesaikan persoalan pasokan batu bara berkalori menengah yang sebelumnya sempat mengganggu operasional sejumlah PLTU.

“Sekarang, batu bara semua sudah on progress, jadi enggak ada masalah lagi,” ujar Bahlil usai meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Jawa Timur, Kamis (25/6/2026).

Bahlil mengungkapkan, kendala pasokan batu bara dengan spesifikasi sekitar 5.200 kcal/kg GAR sebelumnya sempat berdampak terhadap sistem kelistrikan. Karena itu, pemerintah memperkuat pengawasan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Ia menegaskan, masalah pasokan batu bara bukan kali pertama dialami PLN. Pengalaman pada 2022 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah untuk memperbaiki tata kelola rantai pasok energi primer.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, memastikan distribusi batu bara sesuai kebutuhan pembangkit kini telah kembali normal.

“Pasokan energi primer (batu bara) yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh pembangkit kami berjalan dengan lancar,” kata Darmawan.

Menurutnya, stabilnya pasokan batu bara turut mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Jawa. PLN juga akan terus memperkuat tata kelola pengadaan energi primer guna menjaga keandalan pasokan listrik nasional.

Dengan pengawasan yang lebih ketat melalui tim khusus bentukan Kementerian ESDM, pemerintah berharap pasokan batu bara bagi PLTU tetap terjamin sehingga layanan kelistrikan kepada masyarakat dapat berjalan tanpa gangguan (red)