JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati mendorong Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) menjadi motor penggerak lahirnya lebih banyak pemimpin perempuan yang berkualitas. Menurutnya, penguatan kapasitas kader perempuan harus dimulai dari organisasi sebagai fondasi menghadapi tantangan politik ke depan.
Hal itu disampaikan Sari Yuliati saat membuka Sarasehan dan Dialog Perempuan Nasional 2026 yang digelar KPPG di Ruang Nusantara V, Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Menurut Sari, perjuangan meningkatkan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan afirmasi. Yang jauh lebih penting adalah membangun kualitas, integritas, dan kemampuan kepemimpinan kader perempuan agar mampu memberikan kontribusi nyata dalam proses pengambilan kebijakan.
Ia menilai KPPG memiliki peran strategis sebagai ruang kaderisasi sekaligus rumah perjuangan perempuan di Partai Golkar untuk mencetak calon-calon pemimpin masa depan.
“Pengalaman perempuan sebagai setengah dari populasi bangsa membawa pengetahuan dan perspektif yang seharusnya. Karena itulah kita harus terus mengingatkan bahwa democracy thrives when women thrive, demokrasi akan semakin kuat ketika perempuan memiliki ruang yang setara untuk berpartisipasi dan memimpin,” ujar Sari.
Sari menegaskan, peningkatan kualitas perempuan harus didukung oleh seluruh pemangku kepentingan, mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, partai politik, hingga lembaga negara. Dengan ekosistem yang mendukung, semakin banyak perempuan akan mampu tampil sebagai pemimpin yang kompeten.
Ia berharap Sarasehan dan Dialog Perempuan Nasional 2026 dapat menghasilkan rekomendasi yang menjadi peta jalan penguatan kepemimpinan perempuan di Indonesia.
“Mari kita sama-sama wujudkan proses politik ke depan menjadi ruang aman bagi perempuan untuk berkembang. Perubahan itu dapat kita mulai dari KPPG dan Partai Golkar sebagai rumah perjuangan perempuan dalam politik,” pungkas Sari Yuliati (red)

Berita terkait