BANYUMAS, BERITA SENAYAN – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan Kabupaten Banyumas seharusnya mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan. Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, terutama komoditas gula kelapa yang mendominasi pasar ekspor, ia menilai tidak ada alasan masyarakat masih hidup dalam kemiskinan.
Pernyataan tersebut disampaikan Cak Imin saat menghadiri peluncuran pilot project Ekosistem Pemberdayaan Terintegrasi Berbasis Kawasan Ekspor di Kabupaten Banyumas, Kamis (25/6/2026).
Menurut Cak Imin, Banyumas memiliki kekuatan ekonomi yang tumbuh dari masyarakat bawah melalui industri gula kelapa. Bahkan, berdasarkan data yang disampaikan pemerintah daerah, Indonesia menguasai sekitar 90 persen ekspor gula kelapa dunia, dengan 80 persen pasokannya berasal dari Kecamatan Cilongok dan Kabupaten Banyumas.
“Saya bangga dan bersyukur bisa menyaksikan secara langsung kekuatan ekonomi yang tumbuh dari bawah. Tadi Pak Bupati menyampaikan bahwa ekspor gula kelapa Indonesia mencapai dominasi hingga 90 persen di antara negara-negara lain, dan sumber utamanya 80 persen berasal dari Cilongok dan Kabupaten Banyumas. Ini luar biasa,” kata Cak Imin.
Meski memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, Cak Imin mengaku prihatin karena masih terdapat sekitar 194 ribu warga Banyumas yang hidup di bawah garis kemiskinan.
“Potensi sumber daya alam yang besar, ditambah ekosistem yang baik dan hilirisasi yang tepat, mestinya tidak ada lagi masyarakat miskin di Banyumas. Namun hari ini kita masih menyaksikan sekitar 194 ribu warga hidup dalam kemiskinan. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” ujarnya.
Ia menilai solusi utama untuk mengatasi persoalan tersebut adalah memperkuat hilirisasi komoditas unggulan daerah agar nilai tambah tidak berhenti di tingkat produksi, tetapi benar-benar meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat.
Menurutnya, model pemberdayaan berbasis kawasan ekspor yang diterapkan di Banyumas dapat menjadi contoh baru dalam membangun ekonomi masyarakat secara berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, hingga sektor keuangan.
“Saya optimistis jika ekosistem berbasis pemberdayaan ini mendapat dukungan penuh Presiden. Inilah pola baru yang harus terus dikembangkan melalui inovasi dan kolaborasi berbagai pihak,” katanya.
Cak Imin juga menyebut berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari perbaikan distribusi pupuk hingga penguatan UMKM, harus terhubung dalam satu ekosistem pembangunan yang mampu menekan angka pengangguran dan kemiskinan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
“Kolaborasi ini penting agar terbangun ekosistem agropolitan yang kuat. Saya yakin jika kita terus bersinergi dan tumbuh dalam kebersamaan, maka momentum kemandirian ekonomi bangsa dapat terwujud tanpa bergantung pada negara lain,” tutupnya.
Pada kesempatan tersebut, Cak Imin juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah mitra dan kolaborator Kawasan Pemberdayaan Masyarakat Ekosistem Gula Kelapa. Ia berharap model pemberdayaan berbasis kawasan ekspor tersebut dapat direplikasi di berbagai daerah untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat (red)

Berita terkait