Guntur Romli Tolak Usulan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Kamis, 23 Oktober 2025, 16:57:41 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Mohammad Guntur Romli menolak keras usulan agar Presiden kedua RI Soeharto diberi gelar pahlawan nasional. Ia menilai, jika hal itu terealisasi, maka sejarah kelam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) pada masa Orde Baru akan terhapus dan justru dianggap sebagai kebenaran.
“Kalau Soeharto diangkat pahlawan, maka peristiwa-peristiwa yang disebut pelanggaran HAM pada era Orde Baru bukan lagi disebut pelanggaran, tetapi dianggap kebenaran oleh rezim Soeharto,” ujar Guntur dalam keterangannya, Kamis (23/10).
Menurut Guntur, pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto akan berimplikasi serius terhadap narasi sejarah Reformasi 1998, karena bisa menimbulkan kesan bahwa perjuangan mahasiswa dan rakyat yang menggulingkan kekuasaan Orde Baru adalah tindakan salah.
“Kalau Soeharto mau diangkat pahlawan, maka otomatis mahasiswa ‘98 yang menggulingkan Soeharto akan disebut penjahat dan pengkhianat. Ini tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.
Guntur juga menilai Soeharto tidak layak disandingkan dengan tokoh bangsa seperti KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) maupun Marsinah, aktivis buruh yang tewas dalam perjuangan menegakkan keadilan.
“Saya miris, seolah nama Gus Dur dan Marsinah dijadikan barter untuk mengangkat Soeharto jadi pahlawan. Padahal keduanya dikenal melawan Soeharto dan Orde Baru. Secara logika, yang layak jadi pahlawan justru mereka yang memperjuangkan reformasi, bukan yang dijatuhkan olehnya,” ungkap Guntur.
Ia menegaskan, fakta sejarah tidak dapat diubah. Soeharto adalah mantan presiden yang digulingkan karena praktik korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), otoritarianisme, dan pelanggaran HAM berat.
“Kita harus jujur pada sejarah. Soeharto bukan simbol perjuangan, melainkan simbol kekuasaan otoriter yang ditumbangkan rakyat melalui Reformasi 1998,” pungkasnya.
Golkar: Soeharto Layak Jadi Pahlawan Nasional
Sebelumnya, Sekjen Partai Golkar Sarmuji menyatakan bahwa Soeharto sangat layak diusulkan menjadi pahlawan nasional. Ia menilai, meski memiliki kekurangan, Soeharto berjasa besar terhadap pembangunan nasional.
“Pak Harto sampai sekarang masih diingat sebagai bapak pembangunan,” kata Sarmuji di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (22/10).
Menurut Sarmuji, masa pemerintahan Soeharto menghadirkan banyak capaian, mulai dari swasembada pangan hingga kemajuan teknologi dirgantara.
“Kita waktu itu bangga dengan kemampuan dirgantara dan swasembada pangan. Itu semua karena jasa Pak Harto,” ujarnya.
Sarmuji mengakui, setiap tokoh bangsa memiliki sisi positif dan negatif, namun kekurangan tidak dapat menutupi jasa besar mereka terhadap negara.
“Terlepas dari plus minusnya, setiap orang punya kekurangan. Semua yang saat ini bergelar pahlawan nasional juga punya kelemahan,” kata dia.
Polemik soal usulan gelar pahlawan nasional untuk Soeharto kini menjadi perdebatan publik yang melibatkan banyak tokoh politik dan masyarakat sipil. Sebagian menilai Soeharto berjasa besar dalam pembangunan, sementara lainnya mengingatkan pada catatan kelam pelanggaran HAM di masa pemerintahannya (red)
Berita terkait
Transformasi Digital Jadi Fokus Baru Pengajian...
Pengajian Al Hidayah Lantik Pengurus Baru...
Transmigrasi Patriot Libatkan 2.000 Peneliti Kaji...
PIRA Wujudkan Amanat Prabowo Lewat Aksi...
Pengajian Al-Hidayah Ajak Lansia Hidup Sehat...
Rustini Gaungkan Gerakan Ayo Membaca di...
Berita Terbaru
Transformasi Digital Jadi Fokus Baru Pengajian...
Pengajian Al Hidayah Lantik Pengurus Baru...
