SEMARANG, BERITA SENAYAN — Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menilai media sosial telah mengubah secara signifikan pola komunikasi politik dan perilaku pemilih di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat pertarungan politik kini tidak lagi hanya berlangsung di ruang-ruang konvensional, tetapi juga di platform digital yang membentuk persepsi publik setiap saat.
“Sekarang komunikasi politik berlangsung terus-menerus di media sosial. Kandidat membangun citra, menyampaikan pesan, dan memengaruhi opini publik secara langsung melalui platform digital,” ujar Saleh di Semarang, Sabtu (24/5/2026).
Ia menjelaskan, perubahan tersebut membuat teori politik lama perlu diperbarui agar tetap relevan dengan realitas politik modern. Sebab, keputusan politik masyarakat saat ini tidak hanya dipengaruhi rasionalitas program dan kebijakan, tetapi juga faktor emosional, kedekatan sosial, hingga framing media.
Menurut Saleh, media sosial telah menjadi ruang utama pembentukan narasi politik yang mampu memengaruhi arah dukungan publik dalam waktu cepat. Bahkan, strategi kampanye kini semakin bergantung pada pendekatan digital untuk menjangkau pemilih secara lebih luas dan personal.
Ia juga menyoroti munculnya fenomena microtargeting dalam politik modern, yakni strategi penyampaian pesan politik berbasis data perilaku dan preferensi masyarakat secara spesifik. Strategi tersebut dinilai semakin memperkuat pengaruh teknologi dalam dinamika demokrasi kontemporer.
“Pertarungan politik sekarang bukan hanya soal program, tetapi bagaimana persepsi publik dibentuk melalui narasi dan komunikasi digital,” katanya.
Karena itu, Saleh menilai pembaruan pendekatan teoritis menjadi penting agar para akademisi, praktisi politik, maupun pengambil kebijakan mampu memahami perubahan perilaku pemilih dan arah politik nasional di era digital (red)

Berita terkait