MEKKAH, BERITA SENAYAN – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Siti Mukaromah, menyoroti belum meratanya distribusi makanan siap saji bagi jemaah haji Indonesia menjelang fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Temuan tersebut didapat setelah Siti Mukaromah bersama Timwas Haji DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah sektor pelayanan jemaah di Mekkah, mulai dari transportasi, akomodasi, kesehatan hingga konsumsi.
“Artinya masih ada tiga kloter yang belum tersedia makanannya. Padahal malam itu makanan seharusnya sudah terdistribusi kepada jemaah melalui pimpinan kloter,” ujar perempuan yang akrab disapa Erma itu, Jum’at (22/05).
Erma menjelaskan, salah satu persoalan ditemukan di sektor 7, tepatnya di Hotel 702 yang dihuni empat kelompok terbang (kloter). Namun saat sidak dilakukan, makanan siap saji baru tersedia untuk satu kloter, sementara tiga kloter lainnya belum menerima distribusi konsumsi.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengganggu kesiapan jemaah menghadapi fase Armuzna yang dikenal sebagai puncak ibadah haji dengan aktivitas fisik sangat berat.
“Kami berharap makanan itu segera sampai agar stok makanan benar-benar siap di tangan jemaah sebelum keberangkatan menuju Arafah. Jangan sampai jemaah berangkat tetapi belum memiliki kesiapan konsumsi,” tegasnya.
Selain persoalan distribusi, Erma juga mengkritisi pola penyediaan makanan yang dinilai belum menyesuaikan jadwal keberangkatan jemaah secara bertahap dari pagi hingga malam hari.
“Artinya kebutuhan konsumsi untuk jemaah yang berangkat siang, sore, atau malam juga harus dipastikan tersedia dengan baik. Ini tidak boleh luput dari perhatian,” katanya.
Tak hanya itu, legislator asal Jawa Tengah tersebut turut menyoroti persoalan teknis berupa minimnya wadah makanan bagi jemaah lansia. Ia menemukan satu wadah makanan digunakan berulang kali untuk tiga hingga empat kali distribusi makanan.
“Mungkin bagi yang masih muda bisa mencuci dan menggunakan kembali. Tetapi bagi para sepuh atau jemaah lansia, ini tentu menyulitkan karena tidak semuanya memiliki pendamping,” ujarnya.
Erma juga meminta pemerintah memperhatikan kualitas makanan siap saji yang diberikan kepada jemaah, khususnya makanan berkuah santan dengan masa kedaluwarsa panjang.
“Kita tentu harus berhati-hati karena makanan tersebut hanya disimpan dalam kemasan, bukan di dalam pendingin. Ini perlu menjadi perhatian khusus terutama bagi jemaah lansia atau yang memiliki kondisi kesehatan tertentu,” ungkapnya.
Ia memastikan Timwas Haji DPR RI akan terus melakukan pengawasan dan sidak lanjutan guna memastikan pelayanan jemaah berjalan optimal menjelang puncak ibadah haji.
“Kalau memang ada kendala, harus ada langkah cepat dan langkah cerdas dari Kementerian Haji agar persoalan ini bisa segera diatasi. Yang terpenting adalah jemaah merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pelayanan terbaik selama menjalankan ibadah haji,” pungkasnya (red)

Berita terkait