MEKKAH, BERITA SENAYAN – Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Marwan Dasopang, mengingatkan pemerintah agar mewaspadai persoalan konsumsi dan transportasi jemaah menjelang fase Armuzna yang menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.

Menurut Marwan, kesiapan distribusi makanan cepat saji dan armada bus sangat menentukan kelancaran mobilisasi jemaah dari Arafah, Muzdalifah, hingga Mina. Ia menilai kegagalan pada dua aspek tersebut dapat memicu gangguan layanan secara berantai.

“Kalau makanan cepat saji tidak tersedia, itu akan menjadi problem serius. Sebab pada fase Armuzna, distribusi makanan dari dapur umum sudah tidak bisa berjalan normal karena keterbatasan akses dan mobilitas,” kata Marwan di Mekkah.

Marwan meminta pemerintah memastikan makanan sudah diterima jemaah paling lambat pada 6 Zulhijah sore sebelum keberangkatan menuju Armuzna pada 7 dan 8 Zulhijah. Menurutnya, keterlambatan distribusi makanan dapat berdampak langsung terhadap kondisi fisik jemaah di tengah padatnya aktivitas ibadah.

Ia juga menyoroti potensi persoalan transportasi bus yang disebut dapat menghambat penempatan jemaah di tenda Armuzna hingga mengganggu distribusi konsumsi.

“Kalau bus bermasalah, dampaknya akan ke mana-mana. Bisa mengganggu distribusi konsumsi, penempatan tenda, sampai memperlambat mobilitas jemaah,” ujarnya.

Selain itu, Marwan mengingatkan tingginya risiko kelelahan jemaah saat menjalani prosesi lempar jumrah di Jamarat. Ia menilai fase tersebut menjadi salah satu titik paling rawan dalam pelaksanaan ibadah haji karena banyak jemaah berada dalam kondisi fisik menurun.

“Jemaah biasanya sudah dalam kondisi sangat lelah ketika dari Mina menuju Jamarat lalu kembali lagi ke Mina. Ini harus benar-benar diantisipasi karena pada fase-fase seperti itu angka kematian pada tahun-tahun sebelumnya juga cukup tinggi,” tuturnya.

Marwan mengaku mulai melihat adanya tanda kekurangsiapan, terutama terkait penyediaan makanan cepat saji yang disebut baru disiapkan satu kali pada H-2 Armuzna, padahal pemberangkatan jemaah berlangsung dalam beberapa gelombang sejak pagi hingga malam hari.

“Kalau yang berangkat siang atau malam, lalu mereka makan apa? Ini yang harus segera dicarikan jalan keluar karena pada fase itu restoran juga sudah banyak yang tutup,” tegasnya.

Meski memberi sejumlah catatan kritis, Marwan tetap mengapresiasi pelaksanaan pelayanan haji tahun ini yang dinilainya berjalan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Kita mengapresiasi pelayanan jemaah sampai hari ini cukup baik. Tapi jangan sampai menjadi lengah dan terlalu percaya diri, karena dua hari ke depan justru tantangannya semakin berat,” pungkasnya (red)