Andi Muawiyah Ramly Ingatkan Penggunaan AI Harus Bijak dan Terkontrol
Kamis, 09 April 2026, 12:08:06 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramly, menyoroti pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia, khususnya di sektor pendidikan. Berdasarkan data yang disampaikan oleh OpenAI melalui Head of Education Asia Pacific, Raghav Gupta, Indonesia kini masuk lima besar negara dengan penggunaan ChatGPT tertinggi untuk pembelajaran.
Meski angka ini menunjukkan tingginya adopsi teknologi, Amure mengingatkan bahwa prestasi tersebut tidak serta-merta menjadi hal membanggakan jika tidak diiringi penguatan literasi, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis generasi muda.
“Saya kira ini bukan semata prestasi bagi anak bangsa. AI di satu sisi memang membantu, tetapi ketergantungan berlebihan justru berbahaya. Tingkat literasi, inovasi, dan kreativitas bisa tergerus jika penggunaannya tidak dikendalikan dengan bijak,” ujarnya di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Amure menekankan bahwa transformasi digital di pendidikan harus diiringi kesiapan mental, metode belajar yang kuat, serta penguatan karakter peserta didik. Ia juga mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai belum optimal dalam mengantisipasi dampak masif penggunaan AI di ruang belajar.
“Pemerintah tidak boleh hanya menjadi penonton dalam arus besar ini. Harus ada langkah mitigasi yang serius dan terukur. Jangan sampai teknologi justru membuat generasi kita kehilangan daya juang intelektual,” tegasnya.
Sebagai langkah konstruktif, Amure mendorong pemerintah untuk memperkuat kampanye literasi digital yang menekankan penggunaan AI secara bijak. Ia juga menegaskan bahwa AI adalah alat bantu, bukan pengganti proses berpikir, sehingga siswa tetap mengutamakan kreativitas dan analisis mandiri.
“Publik harus diberi pemahaman bahwa AI itu alat bantu, bukan alat utama dalam inovasi dan kreasi. Kalau ini tidak ditegaskan, kita berisiko menciptakan generasi yang serba instan, tapi minim kedalaman berpikir,” tambah legislator PKB asal Sulawesi Selatan ini.
Amure menutup pernyataannya dengan menegaskan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan pembangunan kapasitas manusia. “AI harus kita kuasai, bukan kita yang dikuasai. Kuncinya ada pada literasi, pengawasan, dan keberanian untuk tetap menempatkan manusia sebagai pusat inovasi,” pungkasnya.
Dengan catatan ini, Amure berharap pemerintah dan masyarakat dapat memanfaatkan teknologi AI secara bijak, sehingga tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga menyiapkan generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing tinggi di era digital (red)
Berita terkait
Bambang Patijaya Pastikan Pasokan BBM Nasional...
Syamsu Rizal Dorong Indonesia Bersikap Tegas...
Neng Eem : Transparansi Pengadaan Motor...
Soroti Lonjakan Harga Plastik, Dipo Nusantara...
Soroti Harga Telur Anjlok, Fraksi Partai...
Ridwan Bae : Bali Perlu Transportasi...
Berita Terbaru
Bambang Patijaya Pastikan Pasokan BBM Nasional...
Bahlil Lahadalia Pastikan Harga BBM Subsidi...
