NDP sebagai Basis Ketahanan Ideologi dan Karakter Kader HMI
SURABAYA, BERITA SENAYAN.ID – Dalam arus deras modernisasi dan globalisasi, banyak organisasi mahasiswa kehilangan arah ideologisnya. Namun, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tetap berdiri tegak berkat satu fondasi yang kokoh: Nilai Dasar Perjuangan (NDP).
NDP bukan sekadar dokumen, melainkan ruh perjuangan yang menuntun setiap kader agar tetap berpijak pada nilai-nilai Islam yang rasional dan membebaskan.
Sebagai generasi muda Islam, kader HMI menghadapi tantangan serius, mulai dari degradasi moral, krisis integritas, hingga maraknya pragmatisme politik. Di sinilah NDP berfungsi sebagai benteng ideologis yang menjaga kader agar tidak hanyut dalam arus kepentingan sesaat.
Melalui prinsip-prinsip tauhid, keadilan, kemandirian, dan tanggung jawab sosial, NDP membentuk kesadaran eksistensial bahwa menjadi kader HMI berarti berjuang bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kemaslahatan umat dan bangsa.
Namun, tantangan terbesar hari ini bukanlah dari luar, melainkan dari dalam: lunturnya penghayatan terhadap nilai-nilai NDP itu sendiri. Banyak kader memahami NDP sebatas teori pelatihan dasar, belum menjadi kesadaran hidup dan pola pikir.
Padahal, ketika NDP benar-benar diinternalisasi, ia melahirkan karakter kader yang berilmu, berakhlak, dan berani bersikap, karakter yang dibutuhkan bangsa ini di tengah krisis keteladanan.
Karena itu, penting bagi setiap kader HMI untuk menghidupkan kembali semangat NDP, bukan hanya di ruang diskusi, tapi juga dalam setiap gerak sosial dan intelektual. NDP harus menjadi living ideologi, nilai yang menginspirasi tindakan nyata di kampus, masyarakat, dan pemerintahan.
HMI akan tetap relevan selama kadernya menjadikan NDP sebagai kompas moral dan ideologis. Sebaliknya, tanpa NDP, perjuangan HMI kehilangan arah dan makna.
Sebagaimana pernah diungkapkan dalam ruh perjuangan HMI: “Dengan Islam kita berjuang, dengan ilmu kita berkarya, dan dengan NDP kita berdiri tegak menjaga peradaban.” (RED).
Berita terkait
Paradoks Khamenei: Imam Tertinggi Revolusi Penggemar...
Obituari John Tobing Pencipta Lagu Darah...
Bahlil Orang Pande : Perspektif Tasawuf
Setahun ASR–Hugua: Membaca Arah Tata Kelola...
Runtuhnya Benteng Moral HMI : 79...
Membaca Sulawesi Tenggara Lewat Data: Perbandingan...
Berita Terbaru
Menutup Rangkaian Ramadhan, FOSTA FPG DPR...
Paradoks Khamenei: Imam Tertinggi Revolusi Penggemar...
