Surokim: Konsolidasi PDIP Jawab Dinamika Politik Nasional yang Dinamis
Rabu, 17 Desember 2025, 14:58:52 WIB
SURABAYA, BERITA SENAYAN – Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam, menilai pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan secara serentak di Jawa Timur sebagai langkah strategis partai dalam merespons dinamika politik nasional yang semakin cair dan kompetitif.
Menurut Surokim, konsolidasi serentak di 38 kabupaten dan kota tersebut mencerminkan kesiapan PDI Perjuangan menghadapi perubahan lanskap politik, termasuk fragmentasi preferensi pemilih dan meningkatnya persaingan antarpartai.
“Penekanan pada konsolidasi dan disiplin organisasi menjadi sangat penting di tengah situasi politik nasional yang bergerak cepat dan tidak selalu stabil,” ujar Surokim, Rabu (17/12).
Ia menilai, partai politik yang memiliki struktur komando kuat dan kesatuan gerak yang jelas akan lebih adaptif dalam menghadapi tantangan elektoral maupun perubahan perilaku pemilih yang semakin rasional. Sebaliknya, partai yang lemah secara internal berpotensi kehilangan daya tahan politik.
Surokim juga menyoroti bahwa konsolidasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk kepentingan internal, tetapi juga sebagai sinyal kesiapsiagaan PDIP menghadapi tantangan eksternal, termasuk penetrasi politik digital yang mengubah cara partai berkomunikasi dengan masyarakat.
“Langkah ini menunjukkan PDIP sedang mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan, baik yang bersifat struktural maupun kultural, di tingkat nasional dan daerah,” jelasnya.
Terkait dinamika internal, Surokim mengakui adanya potensi gesekan antarkader dalam proses konferensi, terutama terkait regenerasi dan pengisian posisi strategis. Namun, menurutnya, dinamika tersebut merupakan bagian normal dari kehidupan organisasi politik yang besar.
“Yang terpenting adalah bagaimana partai mengelola perbedaan kepentingan itu melalui mekanisme yang tertib dan disepakati bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Surokim menilai keberhasilan konsolidasi akan sangat ditentukan oleh kesadaran kader untuk menempatkan kepentingan partai di atas kepentingan personal. Budaya organisasi yang patuh terhadap keputusan kolektif dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas jangka panjang.
Dalam konteks Jawa Timur yang plural dan inklusif, Surokim menekankan pentingnya komunikasi politik yang empatik. Menurutnya, narasi ideologi partai harus disampaikan secara kontekstual agar dapat diterima oleh masyarakat yang beragam.
“Pendekatan komunikasi politik harus membumi dan sensitif terhadap realitas sosial. Ideologi harus hadir dalam bahasa yang dipahami publik dan diwujudkan dalam tindakan nyata,” kata Surokim (red).
Berita terkait
Menutup Rangkaian Ramadhan, FOSTA FPG DPR...
AHY Colek Sugiono : Demokrat Turun...
AHY Targetkan Partai Demokrat Kembali Kokoh...
AS-Israil VS Iran, FOSTA Respon Dampaknya...
Hasto: Politik Bebas Aktif Dasari Sikap...
Luluk Nur Hamidah: PBB Harus Sanksi...
Berita Terbaru
Menutup Rangkaian Ramadhan, FOSTA FPG DPR...
Paradoks Khamenei: Imam Tertinggi Revolusi Penggemar...
