JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rina Sa’adah, mendorong pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas perikanan, tetapi juga mampu menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan pesisir.

Menurut Rina, keberadaan fasilitas perikanan harus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat. Pengembangan usaha pengolahan ikan, kuliner, perdagangan, hingga jasa perawatan kapal dan peralatan melaut perlu menjadi bagian dari pelaksanaan program tersebut.

“Saya mendukung Kampung Nelayan Merah Putih menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir. Kehadiran fasilitasnya harus membuka kesempatan bagi UMKM setempat untuk tumbuh, menciptakan pekerjaan, dan meningkatkan pendapatan keluarga nelayan,” ujar Rina dikutip Jum’at (30/10).

Ia menilai, penguatan UMKM harus dirancang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari program KNMP. Pelaku usaha membutuhkan akses bahan baku berkualitas, modal kerja terjangkau, pendampingan usaha, serta kepastian pasar agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Nelayan menangkap ikan, sementara usaha pengolahan dan kuliner menciptakan nilai tambah. Rantai usaha ini perlu diperkuat agar manfaat ekonomi hasil laut semakin besar dirasakan masyarakat setempat,” katanya.

Rina Sa’adah Minta Fasilitas KNMP Terhubung dengan Kebutuhan UMKM

Rina mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama pemerintah daerah memastikan fasilitas KNMP dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku UMKM. Fasilitas seperti penyimpanan dingin, pasokan es, tempat usaha, dan jaringan distribusi harus didukung mekanisme layanan serta tarif yang terjangkau dan transparan.

Menurutnya, ketersediaan fasilitas saja belum cukup apabila masyarakat belum memiliki kemampuan untuk mengembangkan produk dan memasarkannya. Karena itu, pendampingan usaha perlu mencakup pengurusan perizinan, keamanan pangan, sertifikasi halal sesuai ketentuan, pengemasan, hingga pemasaran.

“UMKM membutuhkan pendampingan yang berlanjut sampai produknya memenuhi standar, mendapatkan pembeli, dan menerima pesanan secara berkelanjutan. Pelatihan harus punya tindak lanjut yang jelas,” tegasnya.

Rina juga menyoroti pentingnya memberikan ruang lebih luas bagi perempuan pesisir dan generasi muda dalam pengembangan ekonomi kawasan nelayan. Perempuan yang mengelola usaha pengolahan ikan maupun usaha rumahan perlu memperoleh akses langsung terhadap fasilitas, pembiayaan, dan pendampingan.

Selain itu, ia mendorong pengembangan kemitraan pemasaran yang adil dengan koperasi, pasar lokal, sektor ritel, perhotelan, serta pelaku usaha kuliner. Kemitraan tersebut perlu memberikan kepastian harga, kejelasan pembayaran, dan kesempatan berkembang bagi usaha mikro.

Rina Sa’adah Siap Kawal KNMP agar Pendapatan Nelayan Meningkat

Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, Rina menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan program Kampung Nelayan Merah Putih agar memberikan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir.

Ia menilai keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah fasilitas yang dibangun. Pemerintah juga perlu memperhatikan sejauh mana fasilitas tersebut berfungsi, UMKM berkembang, lapangan kerja tercipta, dan pendapatan keluarga nelayan meningkat.

Menurutnya, keterhubungan antara aktivitas penangkapan ikan, pengolahan hasil laut, dan pemasaran akan memperkuat rantai ekonomi masyarakat pesisir. Dengan demikian, hasil tangkapan nelayan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.

“Keberhasilan program harus terlihat dari fasilitas yang berfungsi, UMKM yang berkembang, lapangan kerja yang terbuka, dan pendapatan nelayan yang meningkat. Kita ingin kampung nelayan tumbuh menjadi pusat ekonomi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga,” pungkasnya (red)