JAKARTA, BERITA SENAYAN – Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan nasional. Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Putri Khairunnisa, menegaskan bahwa pemuda tidak boleh hanya menjadi penerima manfaat kebijakan pemerintah, tetapi harus terlibat sebagai pengambil keputusan, pengawas program, dan penggerak ekonomi kerakyatan.
Dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (28/10), Putri menyoroti sejumlah agenda yang membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda, mulai dari pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan ekonomi nasional di tengah tekanan global, hingga percepatan pembangunan berbasis kerakyatan.
Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu diterjemahkan menjadi kontribusi nyata dalam menjawab tantangan bangsa. KNPI pun mendorong pemerintahan Prabowo-Gibran agar membuka ruang partisipasi pemuda yang lebih luas dalam pelaksanaan dan pengawasan program pembangunan.
Putri Chairunnisa Minta Pemuda Terlibat dalam Pengawasan MBG
Putri menilai program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi peserta didik. Namun, pelaksanaannya membutuhkan pengawasan yang melibatkan berbagai pihak agar program berjalan sesuai dengan tujuan.
Ia berpandangan, pembaruan produk hukum dan tata laksana MBG perlu membuka ruang bagi partisipasi masyarakat serta pemuda. Keterlibatan tersebut dinilai penting mengingat luasnya sebaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membutuhkan pengawasan secara menyeluruh.
“MBG adalah instrumen untuk meningkatkan kualitas SDM melalui asupan makan bergizi pada peserta didik,” ujar Putri.
Ia juga mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperkuat keterbukaan informasi kepada para pemangku kepentingan. Menurutnya, pengawasan yang komprehensif membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemuda, bukan hanya mengandalkan mekanisme internal lembaga.
“Pembaruan produk hukum dalam tata laksana program MBG perlu melibatkan stakeholder, termasuk masyarakat dan pemuda dalam fungsi pengawasan,” katanya.
Bagi KNPI, partisipasi pemuda dalam pengawasan program publik merupakan salah satu bentuk keterlibatan langsung dalam pembangunan. Pemuda diharapkan mampu ikut memastikan kebijakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat dapat dilaksanakan secara transparan dan akuntabel.
KNPI Dorong Pemuda Kawal Ekonomi Kerakyatan dan Kebijakan Nasional
Selain isu pemenuhan gizi, Putri menyoroti tantangan ekonomi nasional di tengah tekanan ekonomi global. Ia mengaitkan semangat persatuan dalam Sumpah Pemuda dengan kebutuhan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk menjaga ketahanan ekonomi Indonesia.
KNPI juga mendorong penguatan ekonomi mikro melalui percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, pengembangan Koperasi Desa (Kopdes), serta integrasi program-program tersebut dengan SPPG. Menurut Putri, keterhubungan berbagai program ekonomi dapat membuka ruang bagi partisipasi masyarakat dan memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat lokal.
“KNPI mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama pemerintah melawan tekanan tersebut, terutama para pengusaha untuk masuk mengamankan pasar modal Indonesia,” tutur Putri, merujuk pada tekanan ekonomi global yang dihadapai Indonesia.
Dalam agenda pembangunan nasional, Putri menilai pemuda juga perlu dilibatkan dalam kebijakan yang berorientasi pada hilirisasi dan penguatan ekonomi berbasis kerakyatan. Peran generasi muda, menurutnya, harus melampaui kegiatan seremonial dan diwujudkan dalam keterlibatan pada proses perumusan kebijakan, pengawasan, serta kegiatan ekonomi produktif.
“KNPI mendorong pemerintah untuk menjadikan pemuda sebagai salah satu stakeholder pembangunan dalam mengawal semua program yang berbasis ekonomi kerakyatan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pemuda harus diberi kesempatan untuk berperan sebagai subjek pembangunan, termasuk dalam pengambilan kebijakan dan pengawasan program pemerintah. Dorongan tersebut menjadi pesan DPP KNPI kepada pemerintahan Prabowo-Gibran dalam momentum Hari Sumpah Pemuda.
Dengan memperluas ruang partisipasi generasi muda, KNPI berharap pembangunan nasional tidak hanya menghadirkan program bagi masyarakat, tetapi juga memberi kesempatan kepada pemuda untuk terlibat langsung dalam menentukan arah, mengawasi pelaksanaan, dan menggerakkan ekonomi kerakyatan (red)

Berita terkait