BREBES, BERITA SENAYAN – Kemampuan membaca belum tentu menjamin siswa mampu memahami informasi secara mendalam. Tantangan inilah yang menjadi perhatian Ketua Komisi X DPR RI, Agung Widyantoro, dalam mendorong peningkatan kualitas literasi di sekolah. Ia menilai, pembelajaran membaca harus diarahkan tidak hanya pada kemampuan mengenali kata, tetapi juga memahami konteks, menganalisis informasi, dan menarik kesimpulan.
Hal tersebut disampaikan Agung dalam kegiatan Diseminasi Bahan Bacaan Literasi Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, melalui Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, bekerja sama dengan Ketua Komisi X DPR RI. Kegiatan yang berlangsung di Taman Wisata, Resto dan Villa Teras Padi, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, itu diikuti 100 pendidik.
Menurut Agung, peningkatan literasi membutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna. Siswa perlu mendapatkan bahan bacaan yang sesuai dengan usia dan kemampuan mereka, sekaligus memperoleh pendampingan agar mampu memahami pesan di balik teks yang dibaca.
Membaca Melatih Kemampuan Berpikir Kritis
Agung menegaskan, bahan bacaan berkualitas memiliki peran penting dalam membangun rasa ingin tahu dan memperluas wawasan peserta didik. Buku seharusnya tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih anak memahami persoalan dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
“Buku bacaan harus mampu membuat anak tertarik untuk membaca. Isinya perlu sesuai dengan usia dan kemampuan mereka, dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta mendorong rasa ingin tahu. Dengan begitu, membaca tidak sekadar menjadi tugas sekolah, tetapi tumbuh menjadi kebutuhan dan kebiasaan yang menyenangkan,” ujar Agung dikutip Rabu (28/10)
Ia menjelaskan, kedekatan tema dengan pengalaman anak dapat membantu mereka memahami isi bacaan. Cerita tentang keluarga, lingkungan, budaya lokal, dan kehidupan sosial dapat menjadi bahan pembelajaran untuk menghubungkan pengetahuan dalam buku dengan realitas yang mereka temui sehari-hari.
Selain itu, keberagaman bahan bacaan dinilai penting agar siswa mendapatkan perspektif yang lebih luas. Bacaan yang inklusif dan kontekstual dapat membantu peserta didik mengenali lingkungan sendiri sekaligus memahami kehidupan masyarakat yang lebih beragam.
“Anak-anak perlu mendapatkan bahan bacaan yang beragam dan inklusif, dengan konteks yang mereka kenal. Cerita tentang lingkungan sendiri, budaya daerah, dan kehidupan masyarakat bisa menjadi sarana untuk memperluas pengetahuan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal,” katanya.
Peran Guru Penting Menghadapi Tantangan Literasi Digital
Di tengah perkem bangan teknologi, Agung menilai penguatan literasi juga perlu memperhatikan perubahan pola konsumsi informasi anak. Gawai dan derasnya arus informasi digital menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperluas akses terhadap bahan bacaan.
Menurutnya, buku digital dapat menjadi alternatif pendukung pembelajaran. Namun, kemudahan akses informasi perlu diimbangi dengan kemampuan siswa untuk memahami isi, menilai informasi, dan menyaring berbagai sumber secara cermat.
“Literasi adalah kunci kedaulatan berpikir dan fondasi mutu pendidikan. Kita ingin anak-anak tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami, menalar, dan bertindak berdasarkan pengetahuan yang mereka peroleh,” tegasnya.
Agung juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan guru dalam membangun kebiasaan membaca yang bermakna. Guru diharapkan tidak hanya meminta siswa menuntaskan buku, tetapi turut mengajak mereka berdiskusi, mengajukan pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan mengaitkan bacaan dengan kehidupan nyata.
Melalui kegiatan diseminasi bahan bacaan literasi tersebut, para pendidik diharapkan dapat memanfaatkan bahan bacaan yang disusun Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa secara optimal. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan pembelajaran yang mendorong siswa berkembang sebagai pembaca yang mampu memahami informasi, berpikir kritis, dan mengambil pelajaran dari pengetahuan yang diperoleh (red)

Berita terkait