MAKASSAR, BERITA SENAYAN – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menegaskan partainya lebih memprioritaskan penambahan kursi legislatif pada Pemilu 2029 daripada sekadar mengejar predikat sebagai pemenang pemilu. Golkar kini memusatkan perhatian pada pemetaan daerah pemilihan (dapil) potensial, khususnya di kawasan Indonesia Timur, dengan perkiraan tambahan 10 hingga 12 kursi.
Pernyataan tersebut disampaikan Sarmuji seusai memberikan materi dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pemenangan Pemilu Golkar Wilayah Indonesia Timur di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Sarmuji, peningkatan perolehan kursi dibandingkan Pemilu 2024 menjadi tolok ukur utama strategi politik Golkar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
“Kita orientasinya nambah kursi. Entah kursi tambahannya berapa, kita akan berusaha nambah kursi. Yang harus dipastikan adalah nambah kursi dari tahun 2024 kemarin,” ujar Sarmuji.
Ia menjelaskan, Indonesia Timur menjadi salah satu kawasan yang diperhitungkan dalam upaya memperbesar keterwakilan Golkar di parlemen. Berdasarkan pemetaan awal, terdapat enam dapil yang belum berhasil dimenangkan partainya pada Pemilu 2024, tersebar di Papua, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Maluku.
“Kalau kita isi enam kursi kosong, ditambah beberapa dapil yang potensial untuk menambah kursi, saya memperkirakan di daerah Indonesia Timur kita bisa mendapatkan tambahan kursi sekitar 10–12 kursi,” ungkapnya.
Sarmuji mengatakan, perkiraan tersebut menjadi dasar awal bagi Golkar untuk menyusun strategi pemenangan secara lebih terarah. Partai akan mengidentifikasi wilayah yang berpeluang menghasilkan tambahan kursi sekaligus mengantisipasi dapil yang berisiko mengalami penurunan perolehan suara.
Bidik Tambahan Kursi Golkar di Papua, Sulbar, dan Maluku
Sarmuji menyebut Golkar mulai memetakan sejumlah dapil di Indonesia Timur yang dinilai berpotensi meningkatkan perolehan kursi DPR RI pada Pemilu 2029. Pemetaan tersebut mencakup wilayah yang belum berhasil dimenangkan pada pemilu sebelumnya maupun daerah yang masih berpeluang menambah keterwakilan.
Di Sulawesi Barat, Golkar melihat peluang untuk merebut kursi DPR RI melalui figur yang dinilai memiliki basis dukungan di daerah. Sementara di Maluku, partai menyiapkan sejumlah nama untuk memperkuat peluang dalam kontestasi legislatif mendatang.
Sarmuji menyebut Ketua DPD Golkar Maluku, Umar Ali, dan Michael Wattimena sebagai bagian dari figur yang masuk dalam strategi penjaringan calon di wilayah tersebut.
Menurutnya, kekuatan figur dan basis dukungan di daerah perlu diperhitungkan dalam menentukan strategi pencalonan. Namun, upaya meningkatkan perolehan kursi tetap membutuhkan pemetaan yang matang dan penyesuaian terhadap perkembangan politik setempat.
Adapun di Papua, Golkar menargetkan tiga dapil yang belum berhasil dimenangkan pada Pemilu 2024 dapat terisi pada pemilu berikutnya.
Sarmuji menilai kawasan Indonesia Timur memiliki potensi untuk meningkatkan jumlah kursi partai. Meski begitu, ia menegaskan bahwa pencapaian target tersebut memerlukan kerja organisasi, pemilihan strategi yang tepat, serta pemanfaatan sumber daya secara efektif.
“Orientasi kita nambah kursi,” tegasnya, seraya menekankan bahwa penambahan kursi harus benar-benar melampaui hasil Pemilu 2024.
Golkar Waspadai Potensi Kehilangan Kursi di NTT, Siapkan Strategi Baru
Di tengah upaya membidik tambahan kursi, Sarmuji mengungkapkan bahwa Golkar juga mengidentifikasi sejumlah dapil yang berpotensi mengalami penurunan perolehan kursi, terutama di Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan simulasi menggunakan data hasil Pemilu 2024, Golkar menghadapi risiko kehilangan kursi apabila terjadi penurunan suara dalam persentase tertentu. Di NTT II, penurunan suara sebesar 6,17 persen berpotensi membuat partai kehilangan satu dari dua kursi yang diperoleh pada Pemilu 2024. Sementara di NTT I, penurunan suara sebesar 6,73 persen berpotensi menyebabkan Golkar kehilangan satu-satunya kursi di dapil tersebut.
Meski demikian, Sarmuji menegaskan bahwa simulasi itu masih menggunakan data statis dari hasil pemilu sebelumnya. Perubahan peta politik setelah Pilkada 2024, posisi kepala daerah terpilih, serta perkembangan dukungan terhadap partai dan calon dapat memengaruhi perhitungan tersebut.
Karena itu, Golkar berencana menggabungkan data Pemilu 2024 dengan data dinamis dan hasil survei di setiap dapil. Pendekatan ini diharapkan membantu partai menentukan wilayah prioritas untuk mempertahankan kursi sekaligus memperluas peluang memperoleh tambahan keterwakilan.
Sarmuji menilai strategi pemenangan harus disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan karena sumber daya partai tetap memiliki keterbatasan. Intervensi politik, menurutnya, perlu diarahkan secara terukur ke dapil yang memiliki tingkat kerawanan dan peluang yang sudah dipetakan.
Ia juga meminta seluruh tingkatan kepengurusan Golkar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapil masing-masing agar langkah pemenangan dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
Melalui evaluasi hasil pemilu sebelumnya, pemantauan perkembangan politik terkini, dan survei berkala, Golkar berharap dapat meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029, terutama di kawasan Indonesia Timur (red)

Berita terkait