JAKARTA, BERITA SENAYAN – Bendahara Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Bambang Susanto, menegaskan gerakan satu juta masker bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus terus dilanjutkan. Ia meminta seluruh kader PKB memperkuat gotong royong agar bantuan kemanusiaan tidak berhenti setelah penyaluran tahap pertama.

Gerakan yang diserukan Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin tersebut telah mulai dilaksanakan oleh jajaran PKB di sejumlah daerah. Penyaluran masker dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan ketersediaan pasokan dan tingginya kebutuhan masyarakat terdampak kabut asap.

“Gerakan satu juta masker dari Gus Muhaimin ini sudah mulai dilakukan oleh PKB di daerah. Tahap pertama sudah ratusan ribu masker yang kami salurkan, dan akan terus kita lanjutkan secara bertahap. Kita menyesuaikan dengan distributor karena saat ini kebutuhan masker begitu tinggi,” ujar Bambang di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Bambang, gerakan tersebut bukan sekadar upaya memenuhi target distribusi satu juta masker, melainkan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi dampak karhutla. Ia menekankan pentingnya memastikan warga terdampak tidak merasa menghadapi bencana sendirian.

“Ini bukan sekadar gerakan membagikan masker, tetapi gerakan kepedulian. Gus Muhaimin ingin PKB terus hadir untuk saudara-saudara kita yang terdampak karhutla. Jangan sampai masyarakat merasa berjuang sendirian menghadapi musibah ini,” tegasnya.

Ia meminta seluruh jajaran PKB, mulai dari tingkat pusat hingga Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC), mengambil bagian dalam gerakan tersebut. Daerah yang terdampak diminta terus mengupayakan bantuan, sementara daerah yang tidak terdampak juga diharapkan ikut membantu wilayah yang membutuhkan.

Ungkap Ratusan Ribu Masker Sudah Disalurkan

Bambang menjelaskan, penyaluran bantuan masker telah berjalan secara bertahap melalui jajaran PKB di daerah. Pada tahap pertama, ratusan ribu masker telah disalurkan kepada masyarakat terdampak karhutla.

Namun, tingginya permintaan dan keterbatasan pasokan dari distributor membuat distribusi perlu disesuaikan dengan ketersediaan barang. Karena itu, PKB akan melanjutkan penyaluran secara bertahap agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Bambang menegaskan, instruksi Gus Muhaimin harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata dan berkelanjutan. Menurutnya, kader partai tidak boleh menganggap tugas kemanusiaan selesai hanya karena bantuan awal telah disalurkan.

“Amanat Gus Muhaimin adalah gotong royong. Karena itu, gerakan ini harus terus dilaksanakan. Kader PKB harus selalu hadir di tengah masyarakat, mendengar kesulitan mereka, dan membantu sesuai kemampuan. Jangan berhenti hanya karena bantuan tahap pertama sudah disalurkan,” ujarnya.

Ia berharap koordinasi antara pengurus pusat dan daerah terus diperkuat untuk memastikan bantuan disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan. Selain masker, jajaran PKB juga didorong membantu melalui bentuk dukungan lain yang relevan dengan kondisi masyarakat terdampak.

PKB Ajak DPW dan DPC Gotong Royong Bantu Korban Karhutla

Bambang meminta pengurus DPW dan DPC PKB yang wilayahnya tidak terdampak karhutla tetap berpartisipasi membantu masyarakat di daerah lain. Menurutnya, semangat gotong royong harus melampaui batas wilayah karena bencana merupakan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian bersama.

“DPW dan DPC yang daerahnya tidak terdampak pun harus ikut membantu. Jangan hanya bergerak ketika daerah sendiri mengalami musibah. Ketika ada saudara kita yang kesulitan, kita harus ikut merasakan dan turun tangan membantu,” katanya.

Ia menilai, kehadiran partai di tengah masyarakat harus dibuktikan melalui aksi nyata, kepedulian, dan keberlanjutan bantuan. Dalam situasi bencana, masyarakat membutuhkan dukungan yang konsisten, bukan bantuan yang hanya hadir sesaat.

Melalui gerakan satu juta masker, PKB berupaya memperkuat koordinasi lintas daerah agar kader dapat mengambil bagian dalam membantu warga terdampak, baik melalui pembagian masker maupun bantuan lain sesuai kebutuhan.

“Prinsipnya, PKB harus terus hadir. Selama masyarakat masih membutuhkan bantuan, selama itu pula kita harus berusaha membantu. Inilah gotong royong yang diajarkan Gus Muhaimin dan harus menjadi semangat seluruh kader PKB,” pungkas Bambang.

Ia berharap gerakan tersebut terus berlanjut sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang menghadapi dampak karhutla. Dengan koordinasi dan gotong royong lintas daerah, bantuan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan (red)