TANAH LAUT, BERITA SENAYAN – Founder Jendela Dunia Kita, Rustini Muhaimin Iskandar, mengajak anak-anak terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, untuk tetap semangat belajar, gemar membaca, dan berani mengejar cita-cita meski menghadapi situasi sulit akibat bencana.
Dalam kunjungannya, Rustini menyapa anak-anak sekaligus memberikan dukungan moral agar dampak karhutla tidak memadamkan keceriaan, rasa ingin tahu, dan harapan mereka terhadap masa depan.
“Adik-adik semua tetap berhak tertawa, belajar, bermain, dan bermimpi. Mungkin sekarang ada aktivitas yang terganggu karena karhutla, tetapi jangan sampai semangat adik-adik untuk belajar ikut padam,” pesan Rustini kepada anak-anak, Sabtu (24/10) .
Menurut Rustini, setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik. Karena itu, perhatian orang dewasa sangat dibutuhkan agar anak-anak tetap merasa aman serta memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi mereka, termasuk ketika berada dalam situasi bencana.
Rustini Ajak Anak Korban Karhutla Jadikan Buku Jendela Dunia
Selain memberikan semangat, Rustini mengajak anak-anak menjadikan buku sebagai sahabat dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai membaca dapat membuka wawasan, memperluas pengetahuan, dan membantu anak-anak menemukan inspirasi untuk meraih cita-cita.
“Buku itu seperti jendela untuk melihat dunia. Lewat membaca, adik-adik bisa berpetualang, mengenal tempat-tempat baru, belajar banyak hal hebat, dan menemukan inspirasi untuk meraih cita-cita,” ujarnya.
Rustini menekankan bahwa kebiasaan membaca tidak harus dimulai dengan buku tebal atau bacaan yang sulit dipahami. Anak-anak dapat memilih dongeng, cerita pendek, komik edukatif, maupun buku lain yang sesuai dengan minat dan usia mereka.
“Tidak harus langsung membaca buku yang tebal. Pilih saja buku yang adik-adik suka. Yang penting, membaca menjadi kegiatan yang menyenangkan, bukan sesuatu yang terasa membebani,” katanya.
Melalui Jendela Dunia Kita dan Gerakan Ayo Membaca, Rustini mendorong anak-anak meluangkan waktu sekitar 10–15 menit setiap hari untuk membaca, baik secara mandiri maupun bersama orang tua dan teman-teman.
Menurutnya, membaca bukan sekadar mengenal huruf dan menambah pengetahuan. Kebiasaan tersebut juga dapat mendorong anak untuk bertanya, mengembangkan imajinasi, meningkatkan kreativitas, serta berani menyampaikan pendapat.
Jendela Dunia Kita Dorong Literasi dan Harapan Anak Terdampak
Rustini berharap kebiasaan membaca dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, berwawasan luas, dan memiliki cita-cita besar. Ia ingin anak-anak memahami bahwa kondisi sulit yang mereka hadapi saat ini tidak harus membatasi impian mereka di masa depan.
“Adik-adik semuanya istimewa dan luar biasa. Jangan takut bermimpi, jangan berhenti belajar, dan jangan pernah merasa cita-cita kalian terlalu tinggi. Teruslah membaca, teruslah belajar, karena setiap anak punya kesempatan untuk menjadi apa pun yang dicita-citakan,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, Rustini didampingi Eneng Sumiati, istri Ketua DPW PKB Kalimantan Selatan, serta anggota Forum Silaturahim Istri (FSI) anggota DPR RI Fraksi PKB. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memberikan perhatian dan dukungan kepada anak-anak yang terdampak karhutla.
Pendampingan tersebut menegaskan pentingnya menjaga hak anak untuk belajar, bermain, dan berkembang meskipun berada dalam situasi darurat. Dampak bencana tidak hanya menyangkut kondisi lingkungan dan aktivitas harian, tetapi juga dapat memengaruhi kenyamanan serta kesempatan anak dalam menjalani proses belajar.
Rustini berharap kepedulian terhadap anak-anak terdampak bencana dapat terus diperkuat melalui dukungan keluarga, masyarakat, dan berbagai pihak terkait. Baginya, literasi menjadi salah satu jalan untuk menjaga harapan anak-anak agar tetap tumbuh, berani bermimpi, dan percaya pada masa depan mereka (red)

Berita terkait