JAKARTA, BERITA SENAYAN — Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan penguatan industri nasional membutuhkan kolaborasi lintas kementerian. Menurutnya, Kementerian Perindustrian tidak dapat bekerja sendiri untuk menjadikan sektor industri sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Pernyataan tersebut disampaikan Sarmuji di tengah agenda pemerintah memperkuat hilirisasi dan industri nasional. Ia menyebut sejumlah kementerian memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan industri, termasuk Kementerian Investasi, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM hingga Kementerian Pertanian.

“Jadi kita tidak bisa bekerja sendirian, kolaborasi menjadi penting untuk bersama-sama menjadikan sektor industri menjadi leverage bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja,” kata Sarmuji.

Menurut Sarmuji, keterlibatan berbagai kementerian dibutuhkan karena persoalan industri tidak hanya berkaitan dengan proses produksi. Investasi, pembiayaan, ketersediaan energi, bahan baku hingga pengembangan sektor hulu turut menentukan kemampuan industri nasional untuk tumbuh.

Sarmuji: Industri Harus Jadi Pengungkit Ekonomi

Sarmuji mengatakan sektor industri memiliki posisi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, kebijakan pemerintah perlu diarahkan agar industri mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian.

Ia menilai penguatan industri tidak cukup dilakukan melalui kebijakan Kementerian Perindustrian saja. Diperlukan kebijakan yang saling mendukung dari kementerian dan lembaga lain yang berkaitan dengan ekosistem industri.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah investasi. Menurut Sarmuji, pengembangan industri membutuhkan masuknya modal serta dukungan kebijakan yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

Selain itu, sektor energi juga memiliki hubungan erat dengan industri. Ketersediaan energi yang memadai dan kompetitif menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlangsungan kegiatan produksi.

Begitu pula sektor pertanian yang berkaitan dengan penyediaan bahan baku bagi industri pengolahan. Karena itu, keterhubungan antarsektor menjadi bagian penting dalam membangun industri nasional.

Sarmuji juga mengaitkan penguatan industri dengan penyerapan tenaga kerja. Menurutnya, industri yang berkembang dapat menjadi salah satu sumber penciptaan lapangan pekerjaan sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Karena itu, ia mendorong agar seluruh kementerian yang memiliki keterkaitan dengan industri dapat membangun pola kerja yang lebih terintegrasi.

Hilirisasi Jadi Ruang Kolaborasi Antarkementerian

Agenda hilirisasi menjadi salah satu bidang yang membutuhkan koordinasi lintas kementerian. Sarmuji sebelumnya membuka kemungkinan berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia.

Bahlil dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi pada Kamis (1/10/2026). Ia juga tetap menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM.

Sarmuji menilai hilirisasi memiliki hubungan yang sangat erat dengan industri. Menurutnya, pengolahan sumber daya alam untuk menghasilkan nilai tambah pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari kegiatan industrialisasi.

“Kemungkinan (bakal berkoordinasi), kemungkinan. Kelihatannya iya,” ujar Sarmuji.

Ia juga mengatakan belum melihat secara detail pembagian bidang kerja Menteri Investasi dan Hilirisasi. Namun, Sarmuji melihat adanya irisan yang kuat antara agenda hilirisasi dan sektor industri.

“Saya belum melihat bidang kerjanya Menteri Investasi dan Hilirisasi. Tapi rasa-rasanya kok di sana. Karena hilirisasi itu dengan industri itu kan hampir-hampir satu makna itu. Kita ngomong hilirisasi itu sebenarnya industri,” ujarnya.

Menurut Sarmuji, hubungan tersebut membuat koordinasi menjadi penting. Kebijakan hilirisasi perlu diterjemahkan menjadi kegiatan industri yang menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi di dalam negeri.

Pada saat yang sama, pengembangan industri membutuhkan dukungan investasi, energi, pembiayaan dan bahan baku. Seluruh aspek tersebut berada pada kewenangan atau kepentingan sejumlah kementerian.

Karena itu, Sarmuji menekankan pentingnya kolaborasi agar kebijakan pemerintah tidak berjalan secara terpisah. Ia berharap koordinasi lintas kementerian dapat memperkuat posisi industri sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional.

Dengan pendekatan tersebut, agenda hilirisasi tidak hanya diarahkan pada pengolahan sumber daya alam, tetapi juga pada pengembangan industri, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian.

Sarmuji menegaskan bahwa keberhasilan agenda tersebut membutuhkan kerja bersama. Kementerian Perindustrian akan menjadi salah satu bagian dari ekosistem tersebut, sementara kementerian lain memiliki peran sesuai kewenangan masing-masing.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan kebijakan yang lebih terintegrasi sehingga agenda hilirisasi dan penguatan industri dapat berjalan beriringan (red)