JAKARTA, BERITA SENAYAN — Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Suyudi Ario Seto menjadi nama yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto sebagai calon Kapolri untuk menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sebelum masuk bursa calon Kapolri, Suyudi memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, penyidikan, hingga pemberantasan narkotika.
Suyudi merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Ia lahir di Jakarta pada 14 Juli 1973. Sebagian besar perjalanan kariernya di kepolisian berkaitan dengan fungsi reserse dan penyidikan.
Rekam Jejak Suyudi di Kepolisian
Suyudi mengawali perjalanan kariernya di Polda Metro Jaya sebagai Kanit II Resmob. Dari posisi tersebut, kariernya berkembang melalui sejumlah jabatan di tingkat kepolisian wilayah.
Ia pernah menjabat Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang, Kapolsek Metro Penjaringan, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, hingga Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.
Pengalaman Suyudi kemudian berlanjut di tingkat Bareskrim Polri. Ia dipercaya menduduki sejumlah posisi, di antaranya Kanit Resmob Bareskrim Polri, Wadirtipideksus Bareskrim Polri, dan Wadirtipidsiber Bareskrim Polri.
Di tingkat kewilayahan, Suyudi pernah menjabat Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota, serta Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Kariernya kemudian berlanjut ke Polda Metro Jaya. Suyudi dipercaya sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya sebelum menduduki posisi Wakapolda Metro Jaya pada 2023.
Pada Juni 2024, Suyudi ditugaskan sebagai Kapolda Banten. Jabatan tersebut menjadi salah satu posisi strategis sebelum dirinya mendapatkan penugasan di luar struktur kepolisian.
Dari Kapolda Banten hingga Kepala BNN
Pada 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI. Ia menggantikan Komjen Pol Marthinus Hukom.
Setelah menjabat Kepala BNN, Suyudi memperoleh kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi pada September 2025.
Selama memimpin BNN, Suyudi terlibat dalam agenda pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. BNN juga melakukan koordinasi dengan berbagai lembaga dalam menangani jaringan narkotika, termasuk jaringan lintas negara.
Salah satu perkara besar yang ditangani BNN di bawah kepemimpinannya adalah pengungkapan jaringan penyelundupan narkotika internasional, termasuk kasus penyelundupan 2 ton sabu yang dikaitkan dengan jaringan Golden Triangle.
Pengalaman di bidang penegakan hukum tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Suyudi sebelum namanya diusulkan sebagai calon Kapolri.
Selain pengalaman birokrasi dan penegakan hukum, Suyudi juga memperoleh gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanagara pada Januari 2026.
BNN menyebut gelar tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan pengabdian Suyudi dalam pengembangan serta penegakan hukum, khususnya terkait kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Kini, Suyudi Ario Seto memasuki tahapan baru dalam perjalanan kariernya setelah Presiden Prabowo mengusulkan namanya sebagai calon Kapolri.
Usulan tersebut menempatkan Suyudi sebagai kandidat yang akan menggantikan Listyo Sigit Prabowo di pucuk pimpinan Polri. Proses selanjutnya melibatkan DPR melalui mekanisme yang berlaku untuk pengangkatan Kapolri.
Dengan pengalaman dari fungsi reserse, kewilayahan, Polda Metro Jaya, hingga BNN, perjalanan karier Suyudi menjadi sorotan menjelang proses penetapan Kapolri berikutnya (red)

Berita terkait