JAKARTA, BERITA SENAYAN – Muhammad Saleh Mustafa memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya setelah dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian dalam reshuffle Kabinet Merah Putih.
Sebelum masuk ke jajaran pemerintahan sipil, Saleh Mustafa dikenal sebagai perwira tinggi TNI Angkatan Darat dengan pengalaman panjang di lingkungan Kopassus, Kostrad, kewilayahan, hingga struktur strategis Mabes TNI AD.
Presiden Prabowo Subianto melantik Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian pada Kamis (1/10/2026). Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad).
Pria kelahiran Ternate, Maluku Utara, 14 Maret 1969 itu merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991 dari kecabangan Infanteri. Ia satu angkatan dengan Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Dari Kopassus hingga Pangkostrad
Karier militer Saleh Mustafa banyak diwarnai penugasan di satuan elite TNI AD, khususnya Kopassus. Ia pernah dipercaya menduduki sejumlah jabatan operasional, antara lain Komandan Batalyon 23 Grup 2 Kopassus, Waasops Danjen Kopassus, hingga Komandan Grup 1 Kopassus.
Pengalaman tersebut kemudian berlanjut ke penugasan kewilayahan. Saleh Mustafa pernah menjabat sebagai Asisten Operasi Kasdam Iskandar Muda, Komandan Korem 132/Tadulako, Wakil Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri Kodiklatad, hingga Kasdam Jaya.
Ia kemudian dipercaya menjadi Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II pada 2021. Setahun berikutnya, Saleh Mustafa ditugaskan sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih.
Perjalanan kariernya semakin strategis pada 2023. Ia sempat menduduki posisi staf ahli Kasad bidang sosial budaya, hukum, HAM, dan narkoba, sebelum dipercaya sebagai Kepala Staf Kostrad.
Pada akhir 2023, Saleh Mustafa ditunjuk sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Jabatan tersebut diembannya hingga Juli 2024 sebelum kemudian dipercaya menjadi Inspektur Jenderal TNI.
Setelah menjabat Irjen TNI, Saleh Mustafa kembali mendapatkan penugasan strategis sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat pada Agustus 2025. Penunjukan tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1102/VIII/2025.
Rangkaian jabatan tersebut membuat Saleh Mustafa memiliki pengalaman di sejumlah bidang, mulai dari operasi satuan, pembinaan teritorial, kepemimpinan satuan strategis, hingga pengawasan internal di lingkungan TNI.
Kini Beralih ke Kementerian Pertanian
Pelantikan sebagai Wakil Menteri Pertanian membawa Saleh Mustafa ke ranah pemerintahan sipil setelah puluhan tahun menjalani karier di militer.
Perpindahan tersebut menjadi babak baru bagi perwira lulusan Akmil 1991 tersebut. Dari lingkungan pertahanan dan keamanan, Saleh kini akan menjalankan tugas di sektor pertanian bersama Menteri Pertanian.
Sebelum memasuki pemerintahan, Saleh Mustafa juga memiliki pengalaman yang berkaitan dengan persoalan sosial dan budaya. Pada 2016, ia menerbitkan buku berjudul Menuai Damai di Tanah Poso.
Buku tersebut mengangkat potensi adat istiadat dan kearifan budaya lokal. Karya itu juga menggambarkan pandangan mengenai pentingnya pendekatan budaya dalam menjaga perdamaian serta mengembangkan potensi daerah.
Pengalaman Saleh Mustafa di berbagai wilayah penugasan turut membentuk perjalanan kariernya. Selain penugasan di Jawa, ia pernah bertugas di Sulawesi dan Papua serta menduduki sejumlah posisi yang berkaitan dengan pengelolaan wilayah dan operasi.
Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak yang dibawa Saleh Mustafa ketika masuk ke Kementerian Pertanian.
Pelantikannya sebagai Wamentan merupakan bagian dari reshuffle Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo pada 1 Oktober 2026. Dalam perombakan tersebut, sejumlah pejabat dari berbagai latar belakang mendapatkan penugasan baru di pemerintahan.
Dengan pengalaman panjang di TNI AD, Saleh Mustafa kini menghadapi tugas baru di sektor pertanian. Perjalanan dari Kopassus, berbagai jabatan kewilayahan, Pangkostrad, Irjen TNI, hingga Wakasad menjadi bagian penting dari rekam jejaknya sebelum memasuki pemerintahan sebagai Wakil Menteri Pertanian (red)

Berita terkait