JAKARTA, BERITA SENAYAN – Presiden Republik Indonesia ke-7 Joko Widodo (Jokowi) mendorong Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memasang target politik yang lebih tinggi menghadapi Pemilu 2029.

Jokowi menegaskan, target PSI tidak semestinya hanya berorientasi pada keberhasilan mendapatkan kursi di Senayan. Menurut dia, kader harus memiliki keyakinan bahwa partai tersebut mampu berkembang lebih jauh dalam peta politik nasional. Pesan itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026).

Di hadapan kader PSI, Jokowi secara khusus menyinggung target politik partai untuk menghadapi kontestasi mendatang. Ia meminta kader tidak menjadikan keberhasilan masuk parlemen sebagai batas akhir perjuangan politik PSI.

“Kita harus meyakini itu, kita harus meyakini itu. Target kita bukan hanya masuk Senayan, bukan hanya masuk Senayan,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan utama Jokowi dalam Rakorda PSI Kota Bandung. Ia mendorong kader membangun keyakinan terhadap potensi perkembangan partai, sekaligus memperkuat kerja organisasi hingga tingkat daerah.

Jokowi sebelumnya juga menyebut PSI sebagai partai baru yang mulai mendapatkan perhatian dalam politik nasional. Ia bahkan meminta kader tidak merasa kecil hanya karena PSI masih tergolong partai baru.

“Wong sama partai baru saja kok takut. Ini partai baru, tapi juga hati-hati. Meskipun partai baru, hati-hati, ini akan menjadi partai besar,” tegas Jokowi.

Bagi Jokowi, target politik yang besar harus dibarengi dengan kerja organisasi yang kuat. Karena itu, ia meminta kader PSI memastikan struktur partai tetap aktif dan bekerja di berbagai tingkatan. Pesan tersebut juga berkaitan dengan pandangan Jokowi mengenai parliamentary threshold atau ambang batas parlemen. Ia meminta kader tidak terlalu mencemaskan angka ambang batas yang nantinya berlaku.

“Oleh sebab itu saya sampaikan, mau parliamentary threshold 5%, oke, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 6%, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 7%, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 8%, nggak masalah,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, persoalan utama bukan sekadar berapa angka ambang batas yang ditetapkan, tetapi bagaimana seluruh struktur partai bekerja secara efektif.

“Asal, as long as, asalkan saudara-saudara bekerja keras untuk partai, strukturnya aktif dan bekerja, hidup dan bekerja. Kuncinya hanya di situ. Nggak usah takut dengan yang namanya parliamentary threshold. Jelas semuanya?” kata Jokowi.

Dengan demikian, Jokowi menempatkan kekuatan struktur organisasi sebagai bagian penting dari strategi PSI menghadapi Pemilu 2029.

Endang Tirtana Sebut Ada Energi Baru

Arahan Jokowi tersebut mendapat respons dari Wakil Ketua Umum DPP PSI Endang Tirtana. Endang menyebut kehadiran dan dukungan Jokowi memberikan energi serta optimisme baru bagi kader PSI menjelang Pemilu 2029.

“Dengan bergabungnya Pak Jokowi dalam keluarga besar PSI, kita semakin optimistis PSI akan menang di Pemilu 2029 mendatang,” kata Endang.

Dalam Rakorda tersebut, hadir pula sejumlah petinggi PSI, termasuk Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Wakil Ketua Umum Andi Saiful Haq, Sekretaris Dewan Pembina Grace Natalie, serta Anggota Dewan Pembina Isyana Bagoes Oka dan Rusdi Masse Mappasessu.

Arahan Jokowi menunjukkan bahwa konsolidasi organisasi dan kerja kader menjadi bagian yang ditekankan PSI dalam mempersiapkan diri menuju Pemilu 2029. Sementara target lebih besar yang disebut Jokowi belum dijelaskan secara terbuka dalam pernyataannya di Bandung (red)