SITUBONDO, BERITA SENAYAN – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mendorong Universitas Ibrahimy di Situbondo, Jawa Timur, menjadi salah satu motor kemajuan masyarakat di daerah.
Pernyataan itu disampaikan Cak Imin saat menghadiri Wisuda ke-35 Universitas Ibrahimy di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Selasa (22/09/ 2026).
Menurutnya, kemajuan Indonesia tidak seharusnya hanya berpusat di Jakarta. Daerah seperti Situbondo juga memiliki potensi besar untuk berkembang melalui penguatan pendidikan dan sumber daya manusia.
Cak Imin mengatakan pendidikan menjadi salah satu fondasi penting untuk mendorong kemajuan daerah. Karena itu, ia melihat Universitas Ibrahimy memiliki posisi strategis dalam mengembangkan kualitas masyarakat Situbondo.
“Kemajuan tidak hanya di Jakarta. Di Situbondo juga saya yakin bisa menjadi maju. Dan saya siap mendorong Universitas Ibrahimy menjadi motor perbaikan masyarakat, khususnya di Situbondo,” tuturnya.
Ia berharap kampus yang berada dalam lingkungan pesantren tersebut dapat terus memperkuat perannya di tengah masyarakat.
Lulusan Pesantren Diminta Siap Hadapi Perubahan
Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin juga menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan berbagai tahapan pendidikan dan pengujian akademik.
“Saya sendiri sangat bangga karena turut menyaksikan adik-adik yang hari ini telah berhasil melewati berbagai tahapan pengujian akademis. Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Anda semua sangat ditunggu dan diharapkan menjadi garda terdepan kemajuan dan kemakmuran bangsa Indonesia,” ujar Cak Imin.
Menurutnya, para lulusan Universitas Ibrahimy memiliki bekal yang khas karena tumbuh dalam ekosistem pendidikan pesantren yang menggabungkan pendidikan akademik, nilai keagamaan, dan tradisi. Cak Imin menilai lingkungan pesantren merupakan potensi yang perlu terus dikembangkan agar mampu menjawab tantangan zaman.
“Bersyukurlah kalian semua bisa tumbuh dan berkembang di tengah ekosistem pendidikan yang bagus, yaitu di pesantren. Inilah potensi yang harus terus kita kembangkan. Hendaklah menjadi fondasi yang tidak berhenti dan diam, tetapi harus terus dibangun secara kreatif dan inovatif untuk menghadapi berbagai tantangan,” katanya.
Ia mendorong nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diterapkan melalui gagasan dan inovasi.
Cak Imin juga menyebut para wisudawan sebagai calon pemimpin masa depan yang memiliki tanggung jawab menjaga nama baik keluarga sekaligus berkontribusi bagi negara dan bangsa.
“Saya melihat adik-adik ke depan adalah pemimpin masa depan yang siap menjaga marwah keluarga, negara, dan bangsa kita,” ujar Cak Imin .
Karena itu, ia berharap Universitas Ibrahimy dan seluruh civitas akademika terus melakukan pembaruan dalam menjalankan peran pendidikan.
Universitas Ibrahimy Didorong Tak Berhenti Business as Usual
Cak Imin meminta Universitas Ibrahimy tidak hanya mempertahankan pola kerja yang sudah berjalan, tetapi berani melakukan terobosan dan menghadirkan gagasan baru.
“Saya yakin Universitas Ibrahimy beserta seluruh civitas akademikanya tidak bekerja business as usual, tetapi juga harus melakukan lompatan-lompatan ide agar semakin baik dan berdaya saing tinggi,” katanya.
Menurutnya, inovasi menjadi bagian penting agar lembaga pendidikan mampu tetap relevan menghadapi perubahan sosial dan perkembangan zaman.
Di sisi lain, Cak Imin mengingatkan bahwa kemampuan beradaptasi dengan perubahan perlu berjalan bersama dengan konsistensi menjaga nilai dan norma.
Ia menilai identitas dan warisan luhur yang diwariskan para pendiri bangsa tetap menjadi bagian penting dalam membangun keunggulan institusi maupun bangsa.
“Yang unggul adalah yang konsisten menjaga nilai, norma, serta warisan luhur para pendiri bangsa,” pungkasnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar lulusan Universitas Ibrahimy mampu memadukan kemampuan akademik, nilai keagamaan, kreativitas, dan tanggung jawab sosial ketika kembali ke tengah masyarakat (red)

Berita terkait