JAKARTA, BERITA SENAYAN – Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.
Yang saya hormati dan saya muliakan, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, atas nama keluarga besar Partai Demokrat, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, yang malam hari ini berkenan hadir bersama kami di tengah-tengah kesibukan Bapak memimpin negeri yang kita cintai ini.
Sekali lagi berikan tepuk tangan yang sekeras-kerasnya, sekaligus kita mendoakan, semoga beliau senantiasa diberkahi usia panjang. Dalam kesehatan, dalam kekuatan, dalam kesuksesan, dalam memimpin bangsa yang besar ini. Terima kasih, Bapak Presiden.
Yang sama-sama kita cintai dan muliakan, Presiden Republik Indonesia yang ke-6, penggagas dan pendiri Partai Demokrat, berikan tepuk tangan kepada Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Terima kasih Pak SBY, senantiasa membersamai kita semua.
Yang juga saya hormati dan muliakan, Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Gibran Raka Buming.
Yang saya hormati dan muliakan, para pimpinan Lembaga Tinggi Negara, Ketua Majelis Permosiawaratan Rakyat Republik Indonesia, Bapak Ahmad Muzani. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Ibu Puan Maharani. Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Bapak Sultan Bahtiar Najamudin.
Yang saya hormati, para Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Partai Politik Sahabat, atau yang mewakili.
Tentu Ketua Umum Partai Gerindra, Bapak Prabowo Subianto.
Yang mewakili Ketua Umum PDIP, Ibu Puan Maharani. Terima kasih. Mohon sampaikan salam hormat kami untuk Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia yang kelima.
Ketua Harian Partai Gerindra, Bapak Sufmi Dasco Ahmad..
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, yang diwakili Sekretaris Jenderal, Bapak Hasanudin Wahid.
Ketua Umum Partai Golkar, yang diwakili Ibu Mutia Hafid.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional, yang diwakili Sekjen, Bapak Eko Patrio.
Ketua Umum Partai Nasdem, yang diwakili Bapak Sulaiman Hamzah.
Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera, diwakili oleh Sekjen Bapak Muhammad Holid.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Bapak Muhammad Mardiono.
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, PSI, yang diwakili oleh Ibu Grace Natalie.
Ketua Umum Partai Perindo yang diwakili Bapak Ferry Kurnia.
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat, Bapak Anies Mata.
Ketua Umum Partai Buruh, Bapak Said Iqbal, atau yang mewakili.
Ketua Umum Partai Umat, Bapak Ridho Rahmadi.
Ketua Umum Partai Garuda, diwakili Bapak Sekjen Ihsan Jauhari.
Dan Ketua Umum Prima, Bapak Agus Jabo Priyono. Terima kasih.
Yang saya hormati dan banggakan para kolega Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih.
Telah hadir para sahabat. Pertama, Menteri Sekretaris Negara, Bapak Prasetyo Hadi. Menteri Luar Negeri, Bapak Sugiyono.
Terima kasih. Kemudian ada tiga menteri dari Partai Demokrat, Bapak Presiden, kami laporkan. Menteri Ekonomi Kreatif, Bapak Tengku Riefki Harsya. Menteri Transmigrasi, Bapak Muhammad Iftitah Sulaiman. Dan Menteri Pekerjaan Umum, Bapak Dodi Hanggodo.
Sekretaris Kabinet, Bapak Teddy Indra Widjaya.
Dan para Wakil Menteri yang hadir, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang, Bapak Ossy Dermawan, juga dari Demokrat. Wakil Menteri Ketenaga Kerjaan, Bapak Afriansyah Noor, juga dari Demokrat. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Bapak Todo Tua Pasaribu. Wakil Menteri Transmigrasi, Bapak Viva Yoga Mauladi. Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ibu Isyana Bagus Oka. Gubernur Lemhanas, Bapak Tubagus Ace Hasan Syadzili. Dan last but not least, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Bapak Pramono Anung. Terima kasih Pak Gubernur.
Yang saya cintai dan hormati, para senior, para anggota legislatif, baik DPR RI maupun DPRD Provinsi dan Kabupaten Kota, para kepala daerah, serta segenap pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, para ketua DPD dan ketua DPC dari seluruh Provinsi dan Kabupaten Kota se-Indonesia. Dan yang saya banggakan, seluruh kader demokrat yang malam hari ini hadir di Indonesia Arena maupun dimanapun saudara berada.
Bapak Ibu, hadirin sekalian yang berbahagia. Kehadiran Bapak Presiden Prabowo Subianto dan para tamu kehormatan lainnya, sungguh merupakan kebahagiaan dan kebanggaan bagi seluruh keluarga besar Partai Demokrat. Namun, di tengah rasa syukur malam hari ini, hati dan perhatian kita tentu juga tertuju kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana dan musibah di sejumlah daerah. Kita mendoakan agar masyarakat yang berdampak senantiasa diberikan keselamatan, kekuatan, dan ketabahan.
Dan kepada seluruh kader demokrat yang telah turun langsung membantu masyarakat, teruslah hadir. Ringankan beban mereka, karena dalam keadaan seperti inilah, rasa kemanusiaan dan kebersamaan benar-benar terasa.
Hadirin yang saya hormati
Hari ini, 9 September 2026, Partai Demokrat genap berusia 25 tahun, seperempat abad. demokrat pernah menang, demokrat juga pernah kalah. Demokrat pernah berada di pemerintahan. Demokrat juga pernah berada di luar pemerintahan. Ada masa-masa yang membanggakan, ada pula masa-masa yang menguji keteguhan kita semua. Semua perjalanan itu mengajarkan kepada kami bahwa politik bukan sekedar tentang kompetisi dan kekuasaan. Politik adalah tentang bagaimana kepercayaan rakyat dijawab dengan kerja dan pengabdian.
Empat hari yang lalu, Bapak Presiden, sebagai bagian dari refleksi dan kontemplasi di hari ulang tahun partai, saya menyampaikan pidato politik. Maksudnya sederhana. Kami ingin menyemangati kader. Kami ingin meneguhkan kembali nilai-nilai dan jati diri perjuangan Demokrat, serta memastikan seluruh kader memahami tanggung jawab kita hari ini sebagai bagian dari pemerintahan.
Pada kesempatan yang baik ini, izinkan saya mempertegas isi dari pidato politik tersebut karena saya khawatir ada yang salah tafsir.
Posisi demokrat jelas. Kami ingin pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil. Tidak ada hal lain selain kesuksesan dan keberhasilan pemerintahan ini. Karena ketika pemerintahan berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat, menciptakan lapangan pekerjaan, menjaga stabilitas, memperkuat ekonomi, dan membawa Indonesia semakin maju ke depan, yang berhasil bukan hanya Presiden, bukan hanya Kabinet, bukan hanya partai-partai yang berada dalam pemerintahan, tetapi yang berhasil adalah kita semua. Yang berhasil adalah Indonesia.
Hadirin yang saya hormati.
Tema perjuangan demokrat pada usia 25 tahun ini adalah Demokrat Bersama Rakyat : Memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi. Tiga agenda ini ingin terus kami perjuangkan, termasuk dari dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pertama, memajukan ekonomi. Kami mendukung semangat besar Bapak Presiden Prabowo untuk memperkuat kemandirian bangsa, ketahanan pangan, energi, dan air, Industrialisasi dan hilirisasi, pembangunan infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia, serta pemerataan kesejahteraan.
Bagi demokrat, ukuran akhirnya harus sederhana. Pertumbuhan harus menciptakan pekerjaan. Investasi harus meningkatkan penghasilan. Infrastruktur harus meningkatkan produktivitas. UMKM harus berkembang. Dan kemajuan ekonomi harus semakin dirasakan oleh keluarga-keluarga Indonesia. Sebagai bagian dari pemerintahan, demokrat tidak ingin hanya berdiri di pinggir lapangan. Kami ingin menjadi bagian dari solusi. Kami tidak hanya ingin menunjuk masalah, tetapi kami ingin turut bekerja menyelesaikannya.
Karena itu, kami juga terus mengawal dan ingin turut memastikan berbagai program pemerintah untuk menjawab kebutuhan rakyat, khususnya membantu menurunkan kemiskinan dan ketimpangan. Di antaranya program pembangunan jalan daerah, jembatan, jaringan irigasi, dan sanitasi masyarakat, makan bergizi gratis, kampung nelayan merah putih, kooperasi desa dan kelurahan merah putih, serta program rumah layak huni yang terjangkau. Selain itu, setiap anak harus memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang baik.
Karena itu, kami mendukung program sekolah rakyat serta revitalisasi sekolah, pondok pesantren dan madrasah, digitalisasi pendidikan. Dan pesan kuatnya adalah keadaan ekonomi keluarga tidak boleh membatasi masa depan seorang anak dimanapun ia berada.
Kedua, menegakkan keadilan. Indonesia yang maju harus sekaligus menjadi Indonesia yang adil. Adil berarti setiap daerah dan warga negara memiliki kesempatan untuk maju dan berkembang. Adil tentunya juga berarti setiap warga negara memperoleh perlakuan yang sama di mata hukum.
Kami juga mendukung penuh tekad Bapak Presiden Prabowo dalam pemberantasan korupsi, serta menutup kebocoran kekayaan negara, dan memastikan kekayaan Indonesia benar-benar dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Karena semakin baik tata kelola pemerintahan, maka semakin kuat pula kepercayaan rakyat kepada negara.
Ketiga, menjaga demokrasi. Demokrasi bukan hanya tentang pemilu, demokrasi juga tentang bagaimana kita menghormati perbedaan, menjaga persaudaraan, dan tetap maju, saya ulangi, tetap mampu bekerja bersama setelah kompetisi berakhir.
Malam ini begitu banyak sahabat, pimpinan partai-partai politik yang juga telah hadir di tengah-tengah kita. Tentu kita punya warna masing-masing. Ada warna merah, ada warna hijau, ada warna kuning, ada juga warna biru, oranye, putih, birunya pun ada yang muda, ada yang tua. Dan saya kira Bapak Presiden adalah orang yang sangat ahli untuk membuat semua warna itu untuk bisa duduk bersama. Tetapi justru itulah indahnya Indonesia. Kita boleh berbeda warna, kita boleh berkompetisi, tetapi ketika menyangkut kepentingan bangsa dan negara, yang harus kita lihat hanya ada satu warna, yaitu merah-putih.
Politik boleh kompetitif, tetapi jangan kehilangan persahabatan. Demokrasi boleh dinamis, tetapi jangan kehilangan rasa saling menghormati. Dan kami percaya, pemerintahan akan semakin kuat apabila mendapatkan dukungan rakyat, menjaga dialog, dan terus mendengarkan aspirasi masyarakat.
Bapak Presiden yang kami muliakan
Kami juga mendukung penuh gerakan Indonesia ASRI. Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah. Bukan sekedar persoalan kebersihan. Ini menyangkut kualitas hidup, daya saing daerah, dan pariwisata. Ini menyangkut peradaban dan masa depan kita sebagai bangsa. Demokrat pun telah ikut bergerak melalui Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI dan Gerakan Ayo Muliakan Sungai.
Kalau tujuannya baik untuk rakyat, baik untuk Indonesia, dan baik untuk bumi dan lingkungan kita, maka kami tidak hanya ingin ikut bertepuk tangan, kami ingin ikut bekerja dan mengambil bagian.
Saudara-saudara, malam hari ini tentunya tidak mudah bagi saya. Karena tadi saya berdiri diantara dua Presiden Republik Indonesia dan kebetulan diantara dua jenderal. Yang pertama, Pak Prabowo, dan tentunya yang kedua adalah Pak SBY.
Pak Prabowo adalah Presiden dan atasan saya. Pak SBY adalah mantan Presiden dan mentor saya. Jadi terus terang, terus terang sebagai anak buah Presiden Prabowo dan sebagai anak didik dari Pak SBY, malam hari ini saya harus lebih hati-hati dalam menyampaikan sambutan ini. Harus sesuai teks. Karena salah sedikit resikonya datang dari dua arah. Dari dua senior. Namun ada satu hal yang tidak perlu saya baca secara verbatim dari teks. Karena datang dari keyakinan saya sendiri.
Dalam kehidupan militer, kita mengenal satu nilai. Bahwa dalam sebuah misi, kita harus tahu persis siapa yang berdiri teguh di samping kita. Terutama ketika terjadi sesuatu, keadaan apapun, dalam suka maupun duka, kita harus tahu bahwa orang itu tetap dapat diandalkan.
Karena itu izinkan Bapak Presiden, saya menyampaikan dengan tulus ,bahwa Bapak Presiden dapat mengandalkan Partai Demokrat. Kami akan bekerja dengan loyalitas. Kami akan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Dan kami akan terus memberikan yang terbaik untuk membantu pemerintahan ini berhasil.
Bagi kami, tidak ada pertentangan antara loyal kepada pemerintahan dan setia kepada rakyat. Justru karena kami ingin pemerintahan ini berhasil, kami harus terus mendengar suara rakyat dan ikut mencari jalan keluarnya. Itulah politik yang bertanggung jawab.
Seperti yang sering Bapak Presiden ingatkan, kita tidak boleh takut kepada kenyataan. Tetapi kita harus berani memperbaiki kenyataan. Ini yang juga kami pedomani dan kami jalankan.
Hadirin sekalian, akhirnya, di momen yang spesial ini, mewakili segenap keluarga besar Partai Demokrat, saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun ke-77 kepada Bapak SBY. Semoga panjang umur, dalam kesehatan, dalam kekuatan, dalam kebahagiaan dan keberkahan. Terima kasih atas fondasi, keteladanan, dan pengabdian yang telah diberikan kepada Partai ini, kepada demokrasi, dan kepada Indonesia.
Kepada para senior Partai Demokrat, dan seluruh kader demokrat di manapun berada, terima kasih telah menjaga rumah besar ini selama 25 tahun. Tetapi, 25 tahun bukanlah garis akhir. This is not the finish line. This is beginning new chapter. Ini bukan garis akhir. Ini adalah awal dari chapter baru kita. 25 tahun pertama adalah masa lalu, sedangkan 25 tahun berikutnya adalah tanggung jawab besar kita semuanya. Kepada generasi muda Partai Demokrat, jangan hanya menjadi pewaris sejarah, jadilah pembuat sejarah berikutnya.
Dan kepada seluruh kader demokrat, tetaplah rendah hati, teruslah bekerja, teruslah hadir bersama rakyat. Karena demokrat tidak boleh hanya menjadi partai yang kuat di parlemen atau di pemerintahan. Demokrat harus menjadi kekuatan yang berarti dalam kehidupan rakyat.
Terima kasih. Selamat hari ulang tahun ke-25 Partai Demokrat. Dirgahayu Partai Demokrat! Demokrat bersama rakyat untuk Indonesia yang semakin maju, adil, demokratis, dan sejahtera untuk semua.
Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Makuasa, senantiasa membimbing langkah kita dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh (red).

Berita terkait