JAKARTA, BERITA SENAYAN – Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, menyoroti sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ketika Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi berbicara mengenai kemungkinan percepatan Pemilu 2029.

Sorotan Erizal tertuju pada video berdurasi sekitar satu menit 40 detik yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Budi Arie terlihat duduk di samping Jokowi dan menyampaikan pandangannya mengenai kemungkinan momentum politik nasional berlangsung lebih cepat dari jadwal Pemilu 2029.

Namun, Erizal menilai Jokowi tidak menunjukkan respons secara langsung ketika Budi Arie melirik ke arahnya setelah menyebut namanya.

“Entahlah, Jokowi sepertinya tahu video ceramah Budi Arie itu akan beredar luas, sehingga ia tak sedikitpun memberikan respons,” kata Erizal, dikutip Kamis (27/8/2026).

Jokowi Tak Balas Lirikan Budi Arie

Menurut Erizal, momen ketika Budi Arie melirik Jokowi menjadi salah satu bagian menarik dalam video tersebut. Budi Arie disebut seperti mengharapkan respons dari Jokowi setelah menyampaikan pernyataannya. Namun, Jokowi tidak membalas lirikan tersebut maupun memberikan gestur persetujuan.

“Bayangkan, kalau Jokowi membalas lirikan Budi Arie, apalagi mengangguk. Maka, tafsirnya bisa makin liar,” ujar Erizal.

Erizal menilai sikap Jokowi tersebut justru membuat publik semakin bertanya-tanya mengenai posisi mantan Presiden tersebut terhadap pernyataan Budi Arie. Erizal kemudian mencermati sejumlah gerak-gerik Jokowi selama mendengarkan pernyataan Budi Arie.

Ia mencatat sedikitnya empat gerakan yang terlihat dalam video. Pertama, Jokowi menggaruk hidung di dekat sudut matanya. Kedua, meminum teh yang berada di depannya. Ketiga, Jokowi terlihat mengusap pipi kiri dan kanannya. Keempat, ia menggeser botol yang berada di atas meja dan tampak seperti mencatat sesuatu menggunakan tangannya.

“Jokowi seperti tidak bereaksi, tenang, mematung, atau bergeming, dengan apa yang disampaikan Budi Arie, yang sesungguhnya bisa kontroversi ditafsirkan rekan politik sendiri. Meski Jokowi sudah tahu apa yang disampaikan Budi Arie,” kata Erizal.

Menurut Erizal, gerak-gerik tersebut memang tidak secara eksplisit menunjukkan sikap tertentu. Namun, ia membaca adanya kemungkinan Jokowi merasa tidak nyaman atau gelisah dengan pembicaraan yang disampaikan Budi Arie.

“Artinya, dengan kata lain, dari empat gerak-gerik Jokowi itu, sesungguhnya Jokowi juga gelisah mendengarkan ceramah Budi Arie itu,” tuturnya.

Budi Arie Bicara Pemilu Bisa Lebih Cepat

Dalam video yang beredar, Budi Arie sebelumnya menyampaikan pernyataan mengenai kemungkinan momentum Pemilu berlangsung lebih cepat dari 2029. Budi Arie bahkan mengaku sempat membisikkan hal tersebut kepada Jokowi sebelum menyampaikannya dalam forum.

“Tadi saya sudah bisikkan ke Pak Jokowi, ‘Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?’ Apakah kita mau? Belum tentu kita mau,” ujar Budi Arie dalam video tersebut.

Ia kemudian mempertanyakan kesiapan menghadapi kemungkinan apabila tahapan politik nasional berlangsung lebih cepat.

“Kita masih ngomong, ‘Oh ini Pemilu 2029, Pemilu 2029’. Kalau terjadi percepatan bagaimana? Kita siap enggak?” sambungnya.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian setelah videonya beredar luas di media sosial. Bagi Erizal, tidak adanya respons terbuka dari Jokowi ketika Budi Arie menyampaikan pernyataan tersebut justru menjadi bagian yang menarik untuk dicermati dalam membaca dinamika politik menjelang Pemilu 2029 (red)