JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus kembali menyoroti sosok Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi. Kali ini, Bestari mengungkap sikap penolakan terhadap Budi Arie yang disebut pernah terjadi di Partai Gerindra dan juga PSI.
Pernyataan tersebut disampaikan Bestari ketika merespons polemik potongan video Budi Arie yang viral setelah memperlihatkan dirinya berbicara di samping Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengenai kemungkinan percepatan dinamika politik sebelum Pemilu 2029.
Bestari menilai rekam jejak politik Budi Arie perlu menjadi perhatian dalam membaca manuver politik yang belakangan dilakukan mantan Menteri Koperasi tersebut.
“Kita kan tahu sama-sama bahwa Budi Arie ini orang yang ditolak pada waktu masuk ke Gerindra. Bahkan ketika ada isu bahwa akan ke PSI, saya pun sudah ber-statement tidak akan menerima Budi Arie,” tegas Bestari di Jakarta, Selasa (25/08)
PSI Tegas Tak Buka Pintu untuk Budi Arie
Bestari mengatakan, sejak muncul isu mengenai kemungkinan Budi Arie bergabung dengan PSI, dirinya telah menyampaikan sikap secara terbuka. Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan bahwa PSI memiliki pertimbangan tersendiri dalam menentukan siapa saja yang dapat bergabung dan mengambil bagian dalam perjalanan politik partai.
Ia juga menyinggung bahwa Budi Arie sebelumnya disebut mengalami penolakan ketika dikaitkan dengan Partai Gerindra. Pernyataan Bestari tersebut menjadi sorotan karena disampaikan di tengah viralnya video Budi Arie yang memunculkan spekulasi mengenai arah politik menjelang Pemilu 2029.
Dalam video itu, Budi Arie menyebut insting politiknya melihat kemungkinan adanya percepatan agenda politik.
“Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, ‘Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?’,” ujar Budi Arie dalam potongan video tersebut.
Bestari Sindir Manuver Politik Budi Arie
Tak hanya mengungkap penolakan Gerindra dan PSI, Bestari juga menilai manuver Budi Arie dalam beberapa waktu terakhir lebih menyerupai upaya mencari posisi tawar politik.
Menurut Bestari, ruang untuk melakukan bargaining politik besar dinilai terbatas. Ia bahkan menyebut manuver tersebut lebih cocok disebut sebagai upaya membangun bargaining kecil.
“Untuk bargaining-bargaining kecil mungkin ya. Kalau bargaining besar kan enggak mungkin, orang udah pernah dipecat jadi menteri apa segala macam enggak mungkin lagi bisa membuat bargaining besar,” kata Bestari.
Ia kemudian mempertanyakan kepentingan yang hendak dibangun melalui pernyataan Budi Arie tersebut.
“Ada apa? Anda siapa? Kan begitu,” sambungnya.
Soroti Hubungan Jokowi dan Prabowo
Bestari juga mengaitkan pernyataan Budi Arie dengan hubungan antara Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, narasi mengenai kemungkinan percepatan politik justru berpotensi mengganggu hubungan kedua tokoh tersebut.
Bestari bahkan menuding ada upaya untuk mengadu domba Jokowi dengan Prabowo melalui narasi yang disampaikan Budi Arie.
“Jadi ini orang yang ingin mengadu domba antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo. Dari gestur, sangat tidak nyaman Pak Jokowi berada di tempat itu,” ujar Bestari.
Ia menilai pendukung Jokowi semestinya menjaga keberlanjutan pemerintahan Prabowo-Gibran, bukan melontarkan pernyataan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan politik. Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik telah membantah konteks yang berkembang dari video tersebut. Ia menyatakan rekaman yang beredar merupakan potongan dan bukan video secara utuh.
Freddy menjelaskan, forum tersebut merupakan pertemuan relawan dengan Jokowi yang di dalamnya terdapat diskusi mengenai kondisi kebangsaan dan berbagai kemungkinan politik.
Dengan adanya perbedaan pandangan tersebut, polemik mengenai video Budi Arie pun masih menjadi perhatian publik, terutama terkait maksud pernyataan mengenai kemungkinan percepatan politik sebelum Pemilu 2029 (red)

Berita terkait