PALEMBANG, BERITA SENAYAN – Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan terhentinya upaya meningkatkan budaya literasi masyarakat di daerah. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menegaskan, penguatan literasi harus tetap berjalan secara berkelanjutan, termasuk di Provinsi Sumatera Selatan.
Hal tersebut disampaikan Lalu Hadrian saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI ke Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan dan sejumlah pemangku kepentingan bidang literasi di Palembang, Kamis (20/8/2026).
Menurut Lalu Hadrian, Komisi X membawa sejumlah perhatian utama dalam kunjungan tersebut. Salah satunya memastikan keterbatasan anggaran tidak menghambat program peningkatan literasi masyarakat.
Selain itu, Komisi X ingin memastikan gerakan literasi terus diperkuat dan dilaksanakan secara konsisten, mulai dari satuan pendidikan paling dasar hingga lingkungan masyarakat.
“Kami melihat data yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi bahwa ternyata tingkat literasi meningkat. Jumlah perpustakaan daerah yang aktif per hari ini, baik yang ada di sekolah maupun di kabupaten/kota, bahkan ada program Bunda Literasi di setiap desa dan kelurahan. Ini menjadi contoh yang baik untuk ditiru oleh daerah-daerah lain di Indonesia,” ujar Lalu Hadrian.
Sumsel Dinilai Jadi Contoh Penguatan Literasi
Lalu Hadrian mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap pengembangan literasi. Menurutnya, berbagai program yang dijalankan menunjukkan adanya keseriusan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem literasi.
Penguatan perpustakaan di berbagai wilayah serta pelaksanaan program Bunda Literasi hingga tingkat desa dan kelurahan menjadi sejumlah langkah yang dinilai positif.
Ia mengatakan, program tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan gerakan literasi yang tidak hanya berpusat di sekolah atau perpustakaan, tetapi juga melibatkan masyarakat secara langsung.
“Sumatera Selatan ternyata menunjukkan fokus dan perhatian yang sangat tinggi terhadap literasi ini. Oleh sebab itu, kami Komisi X bersama dengan Perpustakaan Nasional RI akan bersinergi untuk terus mendukung,” ungkapnya.
Menurut Lalu Hadrian, keberhasilan meningkatkan budaya literasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat dan daerah, perpustakaan, satuan pendidikan, serta masyarakat harus bergerak bersama agar program literasi tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.
Komisi X Dorong Dukungan Pemerintah Pusat
Komisi X DPR RI, lanjut Lalu Hadrian, akan mendorong berbagai program pemerintah pusat yang dapat memperkuat gerakan literasi di Sumatera Selatan.
Dukungan tersebut akan diarahkan agar berbagai program yang telah berjalan di daerah dapat semakin optimal sekaligus menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Ia menilai sinergi dengan Perpustakaan Nasional RI juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem literasi di Sumatera Selatan.
“Program-program dari pemerintah pusat tentunya akan kami rekomendasikan dalam rangka meningkatkan literasi di Provinsi Sumatera Selatan,” pungkasnya.
Literasi Harus Dimulai Sejak Pendidikan Dasar
Lalu Hadrian menegaskan, penguatan literasi tidak dapat dilakukan secara instan. Gerakan tersebut harus dibangun sejak pendidikan paling dasar dan dilanjutkan secara konsisten di lingkungan keluarga serta masyarakat.
Karena itu, keberadaan perpustakaan yang aktif di sekolah, kabupaten/kota, desa, dan kelurahan dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan.
Program Bunda Literasi di setiap desa dan kelurahan di Sumatera Selatan juga dinilai dapat memperkuat keterlibatan masyarakat dalam gerakan literasi.
Dengan berbagai program tersebut, Komisi X berharap Sumatera Selatan dapat terus mempertahankan tren positif peningkatan literasi sekaligus menjadi salah satu daerah percontohan bagi pengembangan budaya baca di Indonesia.
Komitmen tersebut sekaligus menegaskan bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menghentikan gerakan literasi. Sebaliknya, sinergi dan inovasi antarpemangku kepentingan dinilai menjadi kunci agar program literasi tetap berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat (red)

Berita terkait