JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, mengusulkan perubahan pola pembekalan calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan memperbanyak magang dan pendampingan profesional dibanding mempertahankan retret berdurasi panjang.
Usulan itu disampaikan menyusul meninggalnya lima peserta dalam rangkaian kegiatan SPPI bagi calon manajer koperasi. Menurut Gus Rivqy, pemerintah perlu mengevaluasi metode pembinaan agar lebih berorientasi pada peningkatan kompetensi manajerial tanpa mengabaikan aspek keselamatan peserta.
“Kita melihat retret bagi mereka itu cukup lama, sampai sebulan. Setelah itu pelatihan manajerial hanya 15 hari. Ke depan akan lebih baik kalau durasi retretnya dikurangi dan fokus pada skema manajerial,” kata Gus Rivqy di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Politikus Fraksi PKB itu menilai keberhasilan seorang manajer koperasi lebih ditentukan oleh kemampuan memimpin organisasi, mengelola usaha, memahami tata kelola keuangan, membangun jejaring, serta menjaga integritas dibanding kemampuan fisik yang diuji melalui retret panjang.
Karena itu, ia mendorong agar pembekalan calon manajer lebih diarahkan pada praktik lapangan, seperti magang di koperasi yang telah berkembang, pendampingan oleh pelaku usaha, hingga pembinaan dari mentor profesional.
Menurut Ketua Umum DKP Panji Bangsa tersebut, sejumlah negara telah membuktikan keberhasilan koperasi dibangun melalui penguatan kualitas sumber daya manusia. Jepang, misalnya, mengembangkan koperasi pertanian melalui pendidikan manajemen berkelanjutan. Sementara Korea Selatan mengandalkan pelatihan kepemimpinan dan kewirausahaan melalui gerakan Saemaul Undong, sedangkan Belanda mengembangkan koperasi modern dengan manajer yang memiliki kompetensi bisnis dan tata kelola yang kuat.
Gus Rivqy berharap Indonesia dapat mengadopsi praktik-praktik tersebut agar Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mampu menghasilkan pengelola koperasi yang profesional sekaligus menghindari terulangnya insiden yang menelan korban jiwa.
“Indonesia perlu mengadopsi praktik-praktik terbaik tersebut. Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan berhasil apabila dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, memahami bisnis, dan dibina secara berkelanjutan. Yang terpenting, tidak boleh ada lagi peserta yang kehilangan nyawa dalam proses menyiapkan pemimpin koperasi masa depan,” pungkasnya (red)

Berita terkait