JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dalam pelatihan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Ia menegaskan, peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelatihan agar keselamatan peserta dan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi perhatian utama.

Menurut Nurdin, SPPI merupakan program strategis yang dipersiapkan untuk melahirkan SDM unggul sebagai penggerak Koperasi Desa Merah Putih. Karena itu, penyelenggaraan pelatihan harus memenuhi standar keselamatan yang tinggi tanpa mengurangi kualitas pembentukan kompetensi peserta.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga para peserta yang meninggal dunia. Pemerintah perlu melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap seluruh rangkaian pelatihan, mulai dari proses seleksi kesehatan, pengawasan kondisi fisik peserta selama pendidikan, hingga kesiapan sistem penanganan medis. Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pengembangan sumber daya manusia,” ujar Nurdin Halid.

Selain aspek keselamatan, Nurdin juga menilai kurikulum pelatihan SPPI perlu diperkuat agar mampu menghasilkan pengelola koperasi yang profesional dan siap menghadapi tantangan ekonomi modern. Menurutnya, peserta harus dibekali kemampuan teknis maupun manajerial yang relevan dengan pengelolaan koperasi.

Ia menyebut materi pelatihan perlu mencakup kompetensi seperti stock opname, pengelolaan persediaan barang, visual merchandising, strategi pemasaran dan penjualan, hingga kemampuan di bidang akuntansi, audit, dan tata kelola keuangan yang akuntabel.

“Para penggerak koperasi harus memiliki kompetensi bisnis yang memadai agar mampu membangun Koperasi Desa Merah Putih yang sehat, efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan sebagai motor penggerak ekonomi desa,” katanya.

Nurdin berharap evaluasi yang dilakukan pemerintah tidak hanya berfokus pada aspek keselamatan, tetapi juga menghasilkan penyempurnaan tata kelola SPPI secara menyeluruh sehingga kualitas pelatihan semakin meningkat.

Menurutnya, keberhasilan Program Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi pemerintah, melainkan juga oleh kualitas SDM yang dipersiapkan untuk mengelola koperasi secara profesional dan berkelanjutan.

“Kita ingin para peserta SPPI nantinya tidak hanya memiliki disiplin dan semangat pengabdian, tetapi juga kompetensi bisnis yang kuat sehingga mampu mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih menjadi lembaga ekonomi yang produktif, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa,” tutup Nurdin Halid (red)