JAKARTA, BERITA SENAYAN – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan fasilitas pendidikan. Ia mengingatkan tragedi yang merenggut 67 nyawa di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, tidak boleh kembali terulang.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat meninjau langsung pembangunan kembali kompleks Pondok Pesantren Al-Khoziny yang saat ini telah mencapai progres lebih dari 50 persen. Menurutnya, proses pembangunan harus dilakukan secara cermat dengan memenuhi seluruh standar kelayakan dan keselamatan bangunan.

“Saya tadi berpesan agar seluruh proses pembangunan diselesaikan dengan sebaik mungkin. Tidak boleh ada yang sembarangan. Harus benar-benar sesuai dengan standar kelayakan,” ujar AHY dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).

AHY menegaskan pembangunan kembali pesantren bukan sekadar mengganti bangunan yang rusak, tetapi menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi para santri. Sejumlah fasilitas utama seperti asrama, masjid, dan ruang-ruang pendidikan kini tengah diselesaikan secara bersamaan.

Ia mengatakan peristiwa yang menewaskan 67 santri harus menjadi momentum perbaikan menyeluruh dalam pembangunan sarana pendidikan di Indonesia.

“Karena atas apa yang terjadi di pondok pesantren ini, kita tahu ada 67 syuhada. Karena itu kita semua bertekad membangun kembali lebih baik,” katanya.

Menurut AHY, pelajaran dari tragedi Al-Khoziny tidak hanya berlaku bagi pondok pesantren tersebut, tetapi juga harus menjadi perhatian seluruh lembaga pendidikan di Indonesia.

“Bukan hanya Pondok Pesantren Al-Khoziny saja, tetapi seluruh pondok pesantren dan sekolah-sekolah yang memang harus mengutamakan faktor keselamatan,” tegasnya.

Selain memastikan kualitas konstruksi bangunan, pemerintah juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, seperti sanitasi yang memadai, ketersediaan air bersih, serta sarana penunjang lainnya untuk menunjang aktivitas belajar para santri.

“Kita ingin menghadirkan tempat yang lebih baik bagi para santri untuk belajar, mengaji, membangun akhlak, dan mempersiapkan masa depan mereka,” pungkas AHY.

AHY berharap pembangunan kembali Pondok Pesantren Al-Khoziny dapat menjadi contoh bahwa pembangunan fasilitas pendidikan harus selalu mengedepankan aspek keselamatan, sehingga seluruh peserta didik dapat belajar dengan aman dan nyaman tanpa dibayangi risiko bencana serupa di masa mendatang (red)