JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa persoalan sampah di Indonesia tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan teknologi pengolahan di hilir, melainkan harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat di tingkat rumah tangga.

Hal itu ia sampaikan saat membuka Workshop Nasional Fraksi DPRD PAN se-Indonesia di Jakarta, Minggu (7/6), yang dihadiri ribuan anggota DPRD dari seluruh provinsi.

Zulkifli menekankan bahwa gerakan memilah sampah dari rumah harus menjadi budaya baru yang dijalankan secara masif oleh kader PAN dan masyarakat luas.

“Slogan ‘Bantu Rakyat’ itu harus berwujud aksi nyata. Persoalan paling riil hari ini adalah sampah,” ujarnya.

Menurutnya, tanpa penguatan di tingkat hulu, berbagai fasilitas dan teknologi pengolahan sampah di hilir tidak akan memberikan hasil maksimal dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.

Ia menegaskan bahwa rumah tangga, kantor, sekolah, hingga restoran harus menjadi titik awal perubahan budaya pengelolaan sampah.

“Kuncinya ada di hulu, di rumah kita masing-masing. Kalau ini tidak jalan, teknologi secanggih apa pun tidak akan menyelesaikan masalah,” tegasnya.

Zulkifli juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam pengelolaan lingkungan, termasuk implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang mendorong transformasi sampah menjadi sumber energi terbarukan.

Ia menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya strategis PAN dalam mendukung agenda nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

PAN, lanjutnya, akan terus mendorong kader di seluruh daerah untuk menjadi pelopor gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat (red)